Peluang emas terbuka lebar bagi tenaga kerja Indonesia, khususnya di sektor kesehatan. Pemerintah Jerman kini mencari pekerja terampil dari Indonesia, dengan kebutuhan terbesar pada profesi perawat dan tenaga medis lainnya.
Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, menegaskan bahwa negaranya saat ini tengah menghadapi kebutuhan besar tenaga kerja, terutama di sektor kesehatan. Tak hanya itu, peluang juga terbuka di sektor perhotelan, restoran, hingga tenaga terampil seperti tukang dan pengrajin.
“Jerman saat ini sangat terbuka untuk menyambut orang Indonesia untuk bekerja di sana,” ujar Ralf Beste di Bandung, Sabtu (11/4/2026).
Menurutnya, Indonesia menjadi salah satu mitra penting dalam pemenuhan tenaga kerja terampil. Hal ini didukung oleh meningkatnya jumlah pelajar Indonesia di Jerman yang kini telah mencapai lebih dari 5.000 orang. Tren ini diperkirakan akan terus meningkat seiring terbukanya berbagai jalur pendidikan dan karier di negara tersebut.
Ralf juga menekankan bahwa kehidupan di Jerman memberikan rasa aman dan kebebasan, termasuk dalam menjalankan ibadah bagi berbagai agama seperti Islam, Kristen, dan lainnya. Selain itu, kesempatan untuk belajar sekaligus bekerja menjadi nilai tambah yang menarik bagi generasi muda Indonesia.
Untuk mendukung kesiapan calon pekerja, penguasaan bahasa Jerman menjadi syarat utama. Berbagai mitra telah disiapkan untuk membantu masyarakat memahami aturan, budaya, hingga proses administrasi sebelum berangkat ke Jerman.
Salah satu upaya memperluas akses informasi tersebut dilakukan melalui acara “Goethe Laune” yang digelar oleh Goethe-Institut Bandung pada 11 April 2026. Kegiatan ini menjadi ajang penting bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat peluang studi dan kerja di Jerman.
Acara ini menghadirkan berbagai institusi seperti DAAD, bagian visa Kedutaan Besar Jerman, hingga program seperti Mein Weg nach Deutschland dan Pro Recognition. Pengunjung dapat berdialog langsung terkait proses visa, pengakuan ijazah, hingga program Ausbildung (pelatihan kerja).
Direktur Goethe-Institut Indonesien, Constanze Michel, menyebut kegiatan ini dirancang sebagai jembatan informasi sekaligus inspirasi bagi masyarakat Indonesia yang ingin meniti karier internasional.
“Melalui Goethe Laune, kami ingin memberikan panduan praktis sekaligus wawasan langsung, tidak hanya soal pendidikan dan karier, tetapi juga dimensi budaya yang menghubungkan kedua negara,” ujarnya.
Baca Juga: Menlu Jerman Prediksi AS Segera Akhiri Operasi Militer di Iran
Selain itu, Goethe Institut juga terus memperkuat perannya dalam mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia melalui program bahasa dan pelatihan lintas budaya. Program ini dinilai krusial agar calon pekerja mampu beradaptasi dan berpartisipasi aktif di masyarakat Jerman.
"Dengan kebutuhan tenaga kesehatan yang terus meningkat dan dukungan berbagai institusi, momentum ini menjadi kesempatan strategis bagi tenaga kerja Indonesia untuk go international. Kunci utamanya: keterampilan, kesiapan mental, dan penguasaan bahasa Jerman," pungkasnya.





