Pintu Whoosh Ditahan Penumpang di Padalarang, KCIC Tegas Bilang Begini

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) meminta seluruh penumpang untuk disiplin mematuhi aturan keselamatan pascainsiden seorang pengguna menahan pintu Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Padalarang.

Tindakan tersebut dinilai membahayakan diri sendiri dan dapat mengganggu kelancaran operasional perjalanan.

BACA JUGA: Pemerintah Bakal Umumkan Skema Pembayaran Utang Whoosh

“KCIC berharap seluruh penumpang dapat mengikuti aturan dan arahan petugas serta tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri, mengganggu operasional, maupun merusak sarana Whoosh," kata General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Dia menyampaikan hal itu menyikapi penumpang menahan pintu kereta yang sudah mulai menutup karena menyadari ada barang miliknya yang tertinggal di peron.

BACA JUGA: Puncak Arus Balik Lebaran 2026, KCIC Imbau Penumpang Whoosh Gunakan KA Feeder

Ia menegaskan tindakan penumpang yang menahan pintu Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Padalarang pada Selasa 7 April 2026 dengan rute Padalarang-Halim menyebabkan sensor pada sistem buka tutup pintu otomatis di kereta terganggu.

Kejadian tersebut memicu keterlambatan perjalanan Whoosh, jadwal pemberangkatan yang seharusnya pada pukul 07.23 WIB baru dapat dilakukan pada pukul 07.25 WIB.

BACA JUGA: Penjualan Tiket Whoosh Tembus 13 Ribu pada Arus Balik Lebaran

Eva menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun, sehingga pihaknya mengecam hal yang dilakukan tersebut.

“Kami mengecam tindakan penumpang yang menahan pintu kereta, karena selain melanggar aturan, tindakan tersebut juga sangat berpotensi merusak sarana serta berdampak merugikan ratusan penumpang lain akibat keterlambatan keberangkatan,” ujar Eva.

Ia menjelaskan setiap rangkaian Whoosh dilengkapi dengan sistem pintu otomatis yang menjadi bagian penting dalam keamanan perjalanan.

Tindakan menahan pintu secara paksa menyebabkan sistem penutupan otomatis tidak berfungsi dan berpotensi menimbulkan risiko kerusakan sarana secara jangka panjang.

Lebih lanjut dia mengatakan KCIC telah menyiagakan petugas di peron dan di dalam kereta untuk memastikan seluruh penumpang telah berada di dalam Whoosh dengan aman sebelum pintu ditutup.

Selain itu, penumpang diharuskan selalu mematuhi arahan dari petugas untuk keselamatan perjalanan.

Seluruh penumpang wajib memperhatikan dan memeriksa kembali barang bawaan sebelum memasuki kereta karena seluruh bawang bawaan penumpang menjadi tanggung jawab pribadi.

Apabila terdapat barang yang tertinggal, tambah Eva, penumpang dapat berkoordinasi dengan petugas di dalam kereta untuk dilakukan penanganan lebih lanjut melalui sistem lost and found milik KCIC.

"Penumpang yang bersangkutan telah diberikan teguran agar tidak mengulangi tindakan tersebut," kata Eva.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Meski Pelatih Persija Bela Cyrus Margono yang Kebobolan 3 Gol, Souza Pilih Carlos Eduardo Hadapi Persebaya
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Risiko Ini Mengintai Jika Pemerintah Menahan Kenaikan Harga BBM Terlalu Lama
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Kolaborasi Daerah Penyangga IKN Dorong Pengolahan Sampah Jadi Energi Terbarukan di Kalimantan Timur
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Pramono Bakal Siapkan Beasiswa Khusus Anak Betawi
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Millie Bobby Brown Mundur dari Film Perfect Netflix di Tengah Perubahan Sutradara dan Isu Pembatalan Proyek
• 2 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.