HARIAN FAJAR, JAKARTA – Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, membela kiper muda Cyrus Margono yang keboban 3 gol saat melawan Bhayangkara FC. Menurutnya, menilai penampilan tidak boleh didasarkan hanya pada satu pertandingan debutnya di BRI Super League musim 2025/26. Namun, pada laga berikutnya menghadapi Persebaya Surabaya, Souza memilih menurunkan Carlos Eduardo.
Debut Margono terjadi pada pekan ke-26 saat Persija bertemu Bhayangkara FC, yang tengah dalam tren positif dengan lima kemenangan beruntun. Keputusan Souza memasang Margono langsung dalam laga penuh tekanan ini menuai sorotan dari suporter yang mempertanyakan kesiapan sang kiper menghadapi situasi tersebut. Hasilnya memang terlihat, Persija kalah 2-3.
“Kami berlatih setiap hari untuk memperbaiki kesalahan. Saya berharap Cyrus tidak dinilai hanya dari satu pertandingan,” jelas Souza kepada wartawan pada Jumat (10/4).
Proses Adaptasi dan Kepercayaan PelatihSouza menegaskan bahwa perkembangan pemain seperti Margono adalah sebuah proses yang tidak bisa diukur secara instan. Sejak direkrut pada paruh musim, Margono masih dalam tahap adaptasi dan menunjukkan potensi besar dalam perkembangannya meskipun belum mencapai kondisi terbaiknya.
“Ia adalah kiper dengan potensi besar dan menunjukkan perkembangan yang baik, meskipun masih membutuhkan waktu untuk mencapai kondisi terbaiknya,” beber Souza.
Strategi Tim dan Rencana ke DepanUntuk pertandingan selanjutnya melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Karno pada Sabtu (11/4), Souza memastikan akan melakukan perubahan pada posisi penjaga gawang. Margono tidak masuk dalam rencana utama untuk starting eleven kali ini, dan Souza kembali memilih Carlos Eduardo sebagai kiper utama.
“Kami akan selalu memilih pemain terbaik sesuai kebutuhan tim. Cyrus tetap mendapat kepercayaan, namun untuk pertandingan besok Eduardo yang akan bermain sebagai kiper utama,” kata Souza saat ditemui di Jakarta.
Lebih lanjut, keputusan tersebut juga mempertimbangkan komposisi pemain asing yang akan diturunkan. Souza menjelaskan, jika menggunakan enam pemain asing, Eduardo adalah pilihan utama, sedangkan opsi lain bisa dipertimbangkan jika menggunakan tujuh pemain asing di lapangan.
“Keputusan tersebut juga berkaitan dengan komposisi pemain asing di lapangan. Jika menggunakan enam pemain asing, Eduardo akan menjadi pilihan utama. Jika tujuh, kami bisa memilih opsi lain,” pungkasnya.




