PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) Area Ulubelu kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir energi bersih dengan meraih nilai Emas di Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) 2026.
Direktur Utama Pertamina Geothermal, Ahmad Yani menegaskan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi nasional. Ia juga menegaskan bahwa operasional panas bumi yang andal dapat berjalan selaras dengan inovasi lingkungan berkelanjutan.
Baca Juga: Dampak Perang Iran, Harga Bensin Sampai Tembus Rp68.000 di Amerika Serikat
“Kami tidak hanya memproduksi listrik, tetapi memastikan setiap operasi memberikan dampak positif bagi lingkungan," katanya.
Pertamina Geothermal mengungkapkan bahwa keberhasilan pihaknya dalam mendapatkan penghargaan kali ini tidak lepas dari inovasi teknologi hijau dari Steam Redistribution and Adjustment Method (STREAM).
Teknologi tersebut dirancang untuk mengoptimalkan distribusi uap panas bumi agar tidak ada energi yang terbuang. STREAM secara teknis bekerja dengan menyeimbangkan tekanan antar sumur produksi, menggunakan satellite separator untuk redistribusi uap dan mengoptimalkan produksi dari sumur bertekanan tinggi dan rendah.
Hasilnya, sejak implementasi pada tiga tahun lalu, perusahaan telah berhasil meningkatkan kapasitas pembangkitan hingga 49.522 MWh. Adapun Pertamina Geothermal Area Ulubelu juga sukses mencatatkan tambahan pendapatan mencapai Rp71 miliar
Selain meningkatkan efisiensi, inovasi tersebut juga memberikan kontribusi besar terhadap dekarbonisasi. Yani mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil menurunkan emisi gas dari H₂S dan NH₃. Secara keseluruhan, pihaknya juga berhasil menekan emisi lebih dari 28 ribu ton CO₂eq.
Penghargaan Emas sendiri menurut perusahaan selaras dengan visinya menjadi perusahaan energi hijau kelas dunia (world class green energy company).
Dengan kombinasi inovasi teknologi dan pemberdayaan masyarakat, pihaknya menunjukkan bahwa energi bersih bisa efisien dan menguntungkan. Selain itu, transisi energi dapat berjalan inklusif dan sumber daya lokal mampu mendukung kedaulatan energi nasional.
Baca Juga: Korea Selatan Siapkan Kebijakan Aset Digital, Atur Stablecoin hingga Cegah Penipuan Kripto
Keberhasilan Pertamina Geothermal Area Ulubelu menjadi contoh nyata bahwa panas bumi lokal memiliki potensi besar sebagai tulang punggung energi masa depan yang berkelanjutan di Indonesia.





