Jakarta, VIVA – Memiliki berat badan ideal menjadi dambaan banyak orang. Bukan sekadar menunjang penampilan, kondisi tubuh yang proporsional juga berkaitan erat dengan kesehatan jangka panjang. Pola makan seimbang dan aktivitas fisik rutin menjadi kunci utama dalam menjaga berat badan.
Bahkan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah lama mengampanyekan pedoman “Isi Piringku” sebagai acuan gizi seimbang bagi masyarakat. Scroll lebih lanjut yuk!
Namun, bagi sebagian orang, proses menurunkan berat badan sering kali terasa sulit dan memakan waktu. Menjawab hal tersebut, Zaidul Akbar membagikan metode sederhana berupa tantangan diet selama tujuh hari yang diklaim mampu memberikan hasil signifikan dalam waktu singkat.
Tantangan pertama yang dianjurkan adalah mengurangi bahkan menghentikan konsumsi nasi putih untuk sementara waktu. Nasi putih dikenal memiliki kandungan karbohidrat cukup tinggi, sehingga jika dikonsumsi berlebihan dapat berkontribusi pada penumpukan kalori. Meski demikian, kebutuhan karbohidrat tetap harus dipenuhi melalui sumber lain seperti umbi-umbian.
"Syaratnya nggak usah banyak-banyak, selama satu minggu aja. Anda kurangi atau bahkan stop nasi. Terus kalau saya mau makan karbonya gimana? Nggak apa-apa ganti ini aja, nasinya kurangin," kata Zaidul Akbar, mengutip video TikTok @detoxtea_id, Minggu 12 April 2026.
Selain nasi, tantangan kedua adalah menghentikan konsumsi makanan berbahan dasar tepung, seperti mi, roti, dan pasta. Makanan jenis ini umumnya tinggi karbohidrat olahan yang mudah diserap tubuh. Jika tidak digunakan sebagai energi, kelebihannya akan disimpan dalam bentuk lemak.
"Kedua, semua jenis makanan yang berbasiskan atau menggunakan tepung terigu, stop seminggu aja. Lihat nanti berat badannya kayak apa, enak banget," paparnya.
Langkah terakhir yang disarankan adalah menghindari makanan yang diolah dengan minyak, khususnya gorengan. Konsumsi minyak berlebih dapat meningkatkan asupan lemak jenuh yang berpotensi menumpuk di dalam tubuh. Sebagai alternatif, masyarakat dianjurkan memilih sumber lemak sehat seperti alpukat, ikan, dan telur.
"Satu lagi tantangannya semua makanan yang diolah menggunakan minyak," tutupnya.
Meski terlihat sederhana, tantangan ini menekankan pentingnya mengurangi asupan karbohidrat olahan dan lemak tidak sehat. Namun demikian, para ahli tetap mengingatkan agar setiap perubahan pola makan dilakukan secara bijak dan disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Dengan kombinasi pola makan sehat dan gaya hidup aktif, hasil optimal pun dapat dicapai secara berkelanjutan.





