Jakarta, VIVA – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, buka suara soal peta persaingan politik menuju Pilpres 2029. Ia menegaskan, kontestasi ke depan tidak bisa lagi dilihat secara sederhana, termasuk soal kekuatan modal.
"Kondisi kompetisi partai-partai 2029 esok tak bersudut. Belum tentu yang punya biaya menang, belum tentu yang gak punya biaya bisa-bisa menang. Karena itu PKB menyiapkan kader-kader yang militan, yang kuat, tangguh, siap menghadapi kompetisi apapun," ujar Muhaimin, dikutip Minggu 12 April 2026.
Ia mengklaim PKB kini fokus memperkuat mesin kaderisasi sebagai strategi utama menghadapi dinamika politik ke depan. Bahkan, ia menyebut proses kaderisasi telah dilakukan secara masif di seluruh Indonesia.
"Dan bersyukur akhirnya bisa berjalan dengan baik bahkan sudah di atas 1000 kali kaderisasi. Dan itu artinya kewajiban partai secara konstitusi, secara filosofi itu yaitu kaderisasi," lanjutnya.
Menurutnya, kaderisasi bukan sekadar program internal, melainkan amanat undang-undang yang wajib dijalankan seluruh partai politik.
"Undang-undang partai politik, konstitusi negara kita mewajibkan partai melakukan kaderisasi. Dan itu kewajiban mutlak yang tidak bisa ditawar, dan alhamdulillah PKB bisa melaksanakan dengan sangat besar di berbagai penjuru tanah air. Malam hari ini yang sukses-sukses itu kita kasih kehormatan," paparnya
Namun saat ditanya soal peluang dirinya maju sebagai capres atau cawapres 2029, Muhaimin langsung menghindar. Ia menegaskan belum memikirkan ambisi pribadi.
"Haduuuh sudah kita belum berpikir 2029 soal saya pribadi, sekarang partai dulu lah," katanya.
Menariknya, dalam pernyataan lain, Muhaimin justru melontarkan pandangan realistis soal peluang Prabowo Subianto di Pilpres 2029. Ia bahkan menyebut Prabowo masih sangat kuat jika kembali maju.
"2029 Pak Prabowo masih maju dan masih sangat kuat, karena itu ya PKB harus realistis. Pak Prabowo kalau maju pasti menang, dan kita dukung yang menang lah," tandasnya.
tvOnenews/Rika Pangesti





