Iran Klaim Aset Bekunya Dicairkan Amerika Serikat, Washington Bantah

wartaekonomi.co.id
7 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Negosiasi Iran dan Amerika Serikat tengah berlangsung di Islamabad, Paskitan. Teheran dilaporkan sukses mengamankan sejumlah asetnya yang dibekukan, salah satunya di Qatar.

Dikutip dari Reuters, Iran menyatakan bahwa pencairan aset beku miliknya merupakan salah satu bentuk keseriusan negosiasi damai yang ditunjukkan oleh Amerika Serikat. Ia sendiri dilaporkan juga terkait dengan isu akses keamanan di Selat Hormuz.

Baca Juga: Trump Mau Tarik Pasukan Amerika Serikat di Eropa: Gegara Soal Iran dan Greenland

Meski tidak disebutkan secara resmi, sejumlah laporan menyebut nilai aset yang dimaksud mencapai sekitar US$6 miliar. Dana tersebut berasal dari penjualan minyak negara itu ke Korea Selatan. Ia sebelumnya dibekukan oleh sejumlah bank dari Seoul.

Namun Gedung Putih membantah laporan bahwa pihaknya memberikan izin pencarian aset beku dari Iran. Washington menyebutkan bahwa pihaknya tidak membuat kesepakatan semacam itu dengan Iran. Ia sendiri masih menuntut pembukaan total jalur pelayaran kapal tanker yang diblokade oleh Teheran di Timur Tengah.

Perbedaan pernyataan ini menunjukkan kompleksitas negosiasi yang sedang berlangsung. Isu aset beku, bersama dengan keamanan jalur pelayaran, menjadi bagian krusial dalam upaya mencapai kesepakatan jangka panjang dari Iran dan Amerika Serikat.

Diketahui, Aset Iran yang dimaksud pertama kali dibekukan pada 2018. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada masa jabatan pertamanya kembali memberlakukan sanksi terhadap Iran. Ia juga membawa negaranya keluar dari kesepakatan nuklir.

Pada 2023, dana tersebut sempat akan dicairkan sebagai bagian dari pertukaran tahanan antara Iran dan Amerika Serikat. Namun, dana kembali dibekukan oleh Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. Hal itu menyusul serangan dari Hamas ke Israel di 7 Oktober 2023.

Aset itu sendiri awalnya telah ditransfer menuju bank-bank di Qatar. Ia hanya boleh digunakan untuk tujuan kemanusiaan seperti pembelian makanan, obat-obatan, peralatan medis dan produk pertanian. Seluruh penggunaannya diawasi oleh Washinton.

Pembebasan aset beku sendiri merupakan salah satu tuntutan dari Iran ke Washington di Pakistan. Dalam proposal damainya, mereka menuntut jaminan bahwa tidak akan ada serangan lanjutan terhadap dari Teheran. Selain itu, mereka juga meminta penghentian serangan dari Israel ke Hezbollah di Lebanon.

Teheran juga menginginkan pencabutan seluruh sanksi internasional yang selama ini membatasi ekonominya. Sebagai imbalannya, mereka menawarkan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Namun, terdapat syarat tambahan berupa biaya sekitar US$2 juta per kapal yang melintas dalam jalur tersebut. Biaya ini rencananya akan dibagi dengan Oman.

Baca Juga: Iran Yakin Netanyahu Akan Segera Dipenjara di Israel

Adapun Iran juga akan menggunakan bagian dari pendapatannya untuk membiayai rekonstruksi infrastruktur yang rusak akibat serangan dari Israel dan Amerika Serikat. Pendekatan ini disebut sebagai alternatif dari tuntutan kompensasi langsung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Delegasi Iran Temui PM Pakistan Jelang Dialog dengan AS di Islamabad
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Siswa SMK di Situbondo Diduga Aniaya Guru di Depan Kelas Gara-Gara Ditegur, Langsung Dilaporkan ke Polisi
• 38 menit lalutvonenews.com
thumb
Menata Ulang Keadilan Haji: Dari Antrean Panjang Menuju Kepastian dan Kesiapan
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Dubes: Pakistan dukung solusi dua negara untuk Palestina
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Detik-Detik Bupati Tulungagung Ditahan KPK Kasus Pemerasan: Saya Minta Maaf
• 2 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.