Pemerintah Dorong Transaksi Ekspor-Impor via Mata Uang Lokal untuk Diversifikasi dari Dolar

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah menekankan terbukanya peluang pengoptimalan transaksi mata uang lokal atau local currency transaction (LCT).

Pemerintah Dorong Transaksi Ekspor-Impor via Mata Uang Lokal untuk Diversifikasi dari Dolar. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Pemerintah menekankan terbukanya peluang pengoptimalan transaksi mata uang lokal atau local currency transaction (LCT), seiring mayoritas mitra dagang utama Indonesia berasal dari negara-negara non-dolar. 

Penggunaan mata uang lokal digadang-gadan bisa menjadi nilai tambah bagi perekonomian dari setor perdagangan internasional.

Baca Juga:
Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah, Dekati Rp17.000 per Dolar AS

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, mencatat peningkatan transaksi LCT yang konsisten.

Pada Januari–Februari 2026, nilainya mencapai sekitar USD8,45 miliar, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang sebesar USD3,21 miliar.

Baca Juga:
DOID Tambah Kepemilikan Saham di 29Metals, Habiskan 15,22 Juta Dolar Australia

"Bank Indonesia dan Pemerintah Indonesia telah bersama-sama memajukan kerangka LCT untuk mendiversifikasi pembayaran bilateral, meningkatkan efisiensi pasar, memperdalam pasar keuangan, dan pada akhirnya mengurangi volatilitas nilai tukar sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi,” ujar Ferry dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu (11/4/2026).

Saat ini, kontribusi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam total transaksi LCT berkisar antara 10 persen hingga 19 persen. Angka ini mengindikasikan adanya peningkatan pemanfaatan sekaligus ruang yang masih sangat lebar untuk diperluas di masa depan.

Baca Juga:
Dolar Melaju di Tengah Perang Timur Tengah, Yield Obligasi AS Turun

Ferry mengatakan bahwa sejak diperkenalkan, kerangka kerja LCT Indonesia telah mengalami perkembangan pesat dan merambah ke berbagai sektor vital, seperti manufaktur, ketenagalistrikan, gas, transportasi, perdagangan, serta jasa. 

Sentimen ini membuktikan bahwa LCT berfungsi sebagai instrumen nyata dalam memperkuat stabilitas rupiah dan menunjang aktivitas sektor riil.

Hingga 2025, implementasi LCT telah mencakup enam negara mitra utama, yaitu Malaysia, Thailand, Jepang, China, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab. Pengaturan bilateral yang terus diperkuat ini menjadi sinyal kemajuan penting dalam memperdalam integrasi keuangan regional serta mendorong adopsi mata uang lokal secara lebih luas. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Malaysia Super League, Yohannes Kandaimu Berharap Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia
• 6 jam lalubola.com
thumb
Buka Cerdas Cermat 4 Pilar Tingkat Jabar, Ibas Ingatkan Urgensi Pendidikan Bagi Generasi Muda
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Super Gemas! NCT WISH Sapa Penggemar Lewat Konser Perdana Into The Wish: Our Wish di Jakarta
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Ide Teras Hijau dengan Bambu, Solusi Hunian Asri dan Estetis
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Lagi, BGN Suspend Ratusan SPPG di Wilayah II dan III untuk Jaga Kualitas Layanan
• 17 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.