REPUBLIKA.CO.ID. JAKARTA -- Di tengah tren olahraga intensitas tinggi, seorang dokter lulusan Harvard University justru menyoroti manfaat aktivitas sederhana yakni berjalan kaki. Kebiasaan ini disebut dapat memberikan dampak signifikan bagi kesehatan otak, bahkan pada usia dewasa.
Dokter Amy Shah mengungkapkan berjalan kaki selama 40 menit dan dilakukan tiga kali dalam sepekan, dapat membantu meningkatkan ukuran hipokampus, bagian otak yang berperan dalam memori dan pembelajaran.
Baca Juga
Pemprov Jateng Rilis SE Efisiensi Energi, ASN Berjarak 1,5 Km dari Kantor Diminta Jalan Kaki
Kapan Waktu Terbaik Jalan Kaki? Sains Punya Jawabannya
Studi: Rutin Olahraga Turunkan Risiko Kematian Dini pada Perempuan
"Berjalan kaki selama 40 menit, bahkan hanya tiga kali sepekan, bisa membantu menumbuhkan hipokampus. Kita bisa menumbuhkan otak bahkan saat dewasa, dan ini sangat mudah dilakukan," kata Dr Shah seperti dilansir laman Hindustan Times, Ahad (12/4/2026).
Hipokampus diketahui mengalami penyusutan secara alami seiring bertambahnya usia. Karena itu, menjaga kesehatan bagian otak ini menjadi penting, terutama untuk mempertahankan fungsi kognitif.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Shah mengatakan manfaat berjalan kaki tidak hanya terbatas pada otak, tetapi juga berperan dalam mengelola hormon stres seperti kortisol. la menyebut aktivitas ini bisa sangat bermanfaat terutama bagi perempuan yang memasuki usia paruh baya.
"Ini benar-benar seperti trik rahasia, apalagi buat perempuan di usia paruh baya, karena banyak dari kita mengalami masalah dengan kortisol," kata Shah.
Menurutnya, seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk menyeimbangkan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin akan menurun. Akibatnya, stres yang sebelumnya mudah diatasi saat muda dapat menjadi lebih berdampak, baik secara mental maupun fisik.
"Hal-hal yang dulu tidak terasa berat saat muda, kini bisa menjadi sumber stres, baik secara mental maupun fisik," kata dia.
Dalam kondisi tersebut, Shah menekankan pentingnya perubahan pendekatan terhadap kesehatan. la menyarankan untuk tidak hanya mengandalkan latihan berintensitas tinggi, tetapi juga memberi ruang bagi pemulihan melalui aktivitas ringan.
"Tubuh membutuhkan lebih banyak pemulihan. Anda membutuhkan lebih banyak berjalan dan lebih banyak tidur. Saya pikir berjalan kaki, terutama di alam terbuka juga meningkatkan suasana hati. Ini manfaat ganda yang luar biasa," kata dia.