JAKARTA, KOMPAS.com – Aksi premanisme di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali menjadi sorotan setelah serangkaian video pemalakan terhadap pedagang dan sopir angkutan viral di media sosial.
Fenomena ini menunjukkan bahwa praktik pungutan liar dan intimidasi masih terjadi di ruang publik, terutama menyasar kelompok rentan seperti pedagang kecil dan pekerja sektor informal.
Padahal, Jakarta tengah berupaya membangun citra sebagai kota global yang aman dan nyaman bagi seluruh warganya.
Salah satu peristiwa yang menyita perhatian publik adalah video viral yang memperlihatkan seorang preman memecahkan mangkuk milik pedagang bakso di kawasan Tanah Abang, pada Jumat (10/4/2026).
Video yang diunggah akun Instagram @jabodetabek24info itu menunjukkan seorang pria berjaket dan celana pendek biru mengambil setumpuk mangkuk dari gerobak bakso, lalu menghantamkannya hingga pecah satu per satu.
Dalam rekaman tersebut, terdengar perdebatan antara pelaku dan pedagang bakso. Meski pedagang menyatakan akan memberikan setoran pada tanggal 1, pria berinisial DA (36) tetap melanjutkan aksinya.
“Pecahin. Pecahin aja enggak apa-apa,” ujar pedagang bakso dalam video. “Tanggal satu. Nanti dikasih tanggal satu,” lanjutnya.
Baca juga: Jakarta Ingin Jadi Kota Global, tapi Preman Masih Kuasai Jalanan
Polisi Tangkap Tiga Pelaku Pemalakan
(Tangkapan layar akun Instagram @jabodetabek24info) Tangkapan layar kejadian viral seorang pria memecahkan-mecahkan mangkok seorang tukang bakso di Tanah Abang, Jakarta Pusat, viral di media sosial pada Jumat (10/4/2026).
Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan, peristiwa itu telah dilaporkan pada Kamis (9/4/2026).
Laporan bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan pemerasan disertai ancaman di Warung Kopi Berkah, yang berada di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) Jalan Fachrudin, Kelurahan Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
“Selanjutnya, piket Reskrim mengambil keterangan korban dan berkoordinasi dengan Ketua RW,” ujar Dhimas saat dikonfirmasi, Jumat (10/4/2026).
Polisi kemudian mengamankan tiga pelaku berinisial TDT (26), DA (36), dan OP (36), yang merupakan warga Kampung Bali. Selain pedagang bakso, seorang pedagang bubur juga dilaporkan menjadi korban.
“Pelapor sedang berdagang di lokasi, lalu didatangi tiga pelaku yang meminta uang jatah keamanan sebesar Rp 300.000 sambil mengancam akan menusuk jika tidak diberikan,” jelas Dhimas.
Dalam penindakan tersebut, polisi menyita senjata tajam yang digunakan untuk mengancam korban. Hasil tes urine menunjukkan ketiganya positif mengonsumsi metamfetamin (sabu).
“Selanjutnya juga diproses terkait penyalahgunaan narkoba,” tambahnya.
Baca juga: Sengketa Tanah Abang Memanas, Ahli Waris Gandeng GRIB Hercules Gugat Menteri, Gubernur, hingga Polda
Aksi premanisme di Tanah Abang tidak hanya menimpa pedagang. Video lain yang viral pada Sabtu (11/4/2026) memperlihatkan seorang sopir bajaj yang diduga menjadi korban pemalakan dengan kewajiban menyetor hingga Rp 100.000 per hari.