Islamabad: Perundingan tatap muka antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi Pakistan di Islamabad telah berakhir, dengan kedua pihak sepakat melanjutkannya ke hari kedua pada Minggu, 12 April 2026.
Dikutip dari Anadolu Agency, delegasi AS dan Iran dilaporkan masih menyisakan perbedaan signifikan setelah berakhirnya perundingan pada Minggu dini hari.
Media Iran melaporkan, pembicaraan berakhir pada pukul 03.12 waktu setempat setelah berlangsung intens selama sekitar 15 jam. Seorang pejabat senior Gedung Putih menyebut proses negosiasi “masih terus berjalan” bahkan setelah sesi utama ditutup.
Setelah pertemuan langsung, tim ahli dari kedua negara tetap melanjutkan proses dengan bertukar dokumen tertulis sebagai bagian dari negosiasi lanjutan.
Sumber yang dekat dengan proses perundingan menyebutkan bahwa perbedaan mendasar antara delegasi Iran dan AS belum terselesaikan. Kemajuan ke depan dinilai bergantung pada apakah Washington bersedia meninggalkan pendekatan “maksimalis” dan beralih ke posisi yang lebih realistis.
Putaran ketiga perundingan trilateral antara Iran, AS, dan Pakistan kembali dilanjutkan pada Sabtu malam waktu setempat setelah jeda makan malam, mendekati tengah malam. Sebelumnya, kedua pihak sempat melakukan pembicaraan tidak langsung sebelum berlanjut ke pertemuan tatap muka.
Selang beberapa waktu usai pertemuan berakhir, Iran dan AS sepakat mengadakan putaran pembicaraan selanjutnya hari ini setelah adanya usulan dari mediator Pakistan.
Putaran pembicaraan mendatang akan menjadi bagian dari negosiasi trilateral yang melibatkan Iran, AS, dan Pakistan, seiring upaya terus dilakukan untuk mencapai kesepakatan kerangka kerja guna mengakhiri permusuhan.
Delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Wakil Presiden J.D. Vance, didampingi utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat senior Jared Kushner. Sementara itu, delegasi Iran dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, bersama Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan pejabat keamanan senior Ali Bagheri Kani.
Pemerintah Pakistan berperan sebagai mediator utama dalam perundingan ini, memperkuat posisi Islamabad sebagai aktor kunci dalam upaya meredakan konflik kawasan.
Media Iran menyebut negosiasi telah memasuki "fase sensitif," dengan tim teknis dari kedua pihak bekerja melalui komite khusus untuk membahas detail substantif.
Baca juga: Pertemuan Langsung AS-Iran Dimulai di Pakistan, Isu Lebanon Jadi Perdebatan




