Vance Sebut AS Ajukan Tawaran Terakhir dan Terbaik Untuk Iran

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance mengatakan bahwa tim negosiasi terus berkomunikasi dengan Presiden Donald Trump selama proses perundingan berlangsung.

“Kami terus berkomunikasi dengan presiden secara konsisten. Saya tidak tahu berapa kali kami berbicara dengannya, mungkin sekitar setengah lusin hingga belasan kali selama 21 jam terakhir,” ujarnya seperti dikutip dari live streaming Al Jazeerah, Minggu 12 April 2026.

Baca Juga :
Wapres AS: Tidak Ada Kesepakatan antara AS dan Iran Setelah 21 Jam Perundingan
Iran Serius Negosiasi dengan AS, Pezeshkian: Hasilnya Ditentukan Sikap Washington

Ia kemudian menegaskan bahwa pihaknya tetap berkoordinasi penuh selama proses negosiasi berlangsung dan membawa pulang sebuah tawaran yang disebut sebagai keputusan akhir dari pihak Amerika Serikat.

“Jadi, kami terus berkoordinasi dengan tim karena kami bernegosiasi dengan itikad baik. Dan kami meninggalkan tempat ini dengan sebuah proposal yang sangat sederhana, sebuah cara pemahaman yang merupakan tawaran terakhir dan terbaik kami. Kita akan lihat apakah pihak Iran menerimanya," kata dia lebih lanjut.

Sebelumnya, Vancemenyatakan bahwa tidak tercapai kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat. Ia juga menilai kondisi tersebut lebih merugikan Iran.

“Kami sudah berunding selama 21 jam dan melakukan sejumlah diskusi substantif dengan pihak Iran. Itu kabar baiknya . Namun kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir ini lebih merugikan Iran dibandingkan Amerika Serikat. Jadi kami kembali ke Amerika tanpa kesepakatan,” kata dia.

Vance juga menambahkan bahwa Iran tidak menerima seluruh syarat yang diajukan oleh Amerika Serikat.

“Kami sudah menjelaskan dengan sangat jelas apa garis merah kami, apa yang bisa kami kompromikan, dan apa yang tidak. Kami sudah menyampaikannya sejelas mungkin, tetapi mereka memilih untuk tidak menerima syarat kami,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, JD Vance juga mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri Pakistan dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, yang ia sebut sebagai tuan rumah yang luar biasa.

“Apapun kekurangan dalam negosiasi ini, itu bukan karena pihak Pakistan yang sudah melakukan pekerjaan luar biasa dan benar-benar berusaha membantu kami dan Iran menjembatani perbedaan untuk mencapai kesepakatan,” kata Vance.

Baca Juga :
Kapal Tanker RI Masih Tertahan di Selat Hormuz, Dubes Iran: Negosiasi Mesti Berlanjut
Pakistan jadi Penengah Iran dengan AS, Ini Alasannya!
AS-Iran Berunding Malam Ini di Pakistan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sopir Bajaj Dipalak Preman Tanah Abang, Diteriaki Maling jika Tak Beri Uang
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Wamenpar: Umat Hindu Berharap Presiden Prabowo Hadir di Dharma Santi Bali
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Plastik Melambung, Pramono Ajak Warga Pakai Daun Pisang
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Easter Jubilee: Rayakan Momen Penuh Sukacita di Mall of Indonesia
• 6 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Beda Klaim Hercules dan Ara: Polemik Lahan di Tanah Abang dari Perspektif Hukum Agraria
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.