Jika Dusan Lagator Bertahan, Lini Belakang PSM Sisa Butuh Sentuhan Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan  

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Kemenangan dramatis atas PSIM Yogyakarta tidak hanya menghadirkan tiga poin bagi PSM Makassar, tetapi juga membuka wacana baru tentang arah pembangunan tim ke depan—khususnya di sektor pertahanan. 

Di balik gol penentu di menit akhir, muncul satu pertanyaan strategis: bagaimana jika fondasi lini belakang ini tidak hanya dipertahankan, tetapi juga diperkuat dengan pemain-pemain berprofil nasional?

Nama Dusan Lagator kini berada di pusat diskusi itu. Bek jangkung asal Montenegro tersebut akhirnya menjawab keraguan dengan cara paling meyakinkan—mencetak gol kemenangan di menit ke-99.

Sebuah momen yang bukan hanya mengakhiri penantian panjangnya selama 560 menit tanpa gol, tetapi juga menjadi titik balik dalam persepsi publik terhadap perannya di tim.

Namun kontribusi Lagator tidak berhenti pada gol semata. Dalam laga tersebut, ia mencatatkan tujuh intersep—tertinggi di antara pemain lain—ditambah sapuan krusial, duel udara yang dimenangkan, serta distribusi bola yang rapi. 

Ini menunjukkan bahwa ia bukan hanya “bek pemburu gol”, tetapi juga elemen penting dalam stabilitas pertahanan.

Jika manajemen benar-benar mempertahankannya, maka PSM sesungguhnya sedang menyusun trio bek tengah yang tidak hanya solid, tetapi juga produktif.

Selama ini, ancaman dari bola mati lebih banyak bertumpu pada Yuran Fernandes dan Aloisio Neto. Kini, dengan kehadiran Lagator, variasi serangan meningkat signifikan.

Dengan tinggi badan mendekati 190 cm dan kemampuan membaca ruang yang baik, Lagator memberi dimensi baru dalam situasi set-piece. Lawan tidak lagi bisa fokus mengawal dua nama saja. Ada ancaman ketiga yang sama berbahayanya—dan ini mengubah cara bertahan lawan secara keseluruhan.

Namun, jika berbicara tentang fondasi tim modern, kekuatan tidak hanya ditentukan oleh bek tengah. Peran bek sayap kini menjadi krusial—baik dalam transisi bertahan maupun menyerang. Di sinilah muncul wacana menarik: 

bagaimana jika PSM mampu memboyong pemain seperti Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan?

Secara profil, keduanya menawarkan karakter yang sangat dibutuhkan dalam sistem permainan modern. Asnawi dikenal dengan agresivitas, mobilitas tinggi, dan kemampuan bertahan satu lawan satu yang solid di sisi kanan. Ia bukan hanya bek, tetapi juga pemain yang mampu mendorong tempo dan memberi tekanan sejak fase awal build-up lawan.

Sementara itu, Arhan menghadirkan keunikan tersendiri di sisi kiri. Lemparan ke dalam jarak jauhnya sudah menjadi senjata tambahan yang setara dengan set-piece. Selain itu, ia memiliki stamina, determinasi, serta kemampuan overlap yang bisa memperkaya variasi serangan.

Jika keduanya benar-benar bisa didatangkan—atau setidaknya pemain dengan profil serupa—maka struktur pertahanan PSM akan mengalami lompatan kualitas yang signifikan.

Bayangkan sebuah komposisi: Yuran, Neto, dan Lagator sebagai poros utama di jantung pertahanan, didukung oleh Asnawi di kanan dan Arhan di kiri. 

Ini bukan hanya lini belakang yang kuat, tetapi juga sistem pertahanan yang hidup—mampu bertransformasi menjadi kekuatan menyerang dalam hitungan detik.

Dalam skema seperti itu, PSM tidak hanya mengandalkan serangan dari lini depan. Bola mati menjadi senjata utama, overlap bek sayap menjadi variasi, dan distribusi dari belakang menjadi titik awal serangan. Ini adalah gambaran tim modern yang lengkap.

Tentu, realisasi skenario ini tidak sederhana. Ada faktor finansial, regulasi pemain, hingga kesiapan individu pemain untuk bergabung. Namun secara konsep, arah ini menunjukkan bahwa PSM mulai berpikir lebih jauh—tidak sekadar bertahan di papan tengah, tetapi membangun tim yang benar-benar kompetitif.

pendekatan seperti ini bukan hal mustahil. Ia dikenal sebagai pelatih yang mampu memaksimalkan potensi pemain dan membangun struktur tim yang disiplin namun fleksibel.

Pada akhirnya, mempertahankan Dusan Lagator bisa menjadi langkah awal. Tapi untuk benar-benar naik level, PSM perlu melengkapi puzzle tersebut dengan kepingan yang tepat—terutama di sektor sayap.

Jika itu terjadi, maka PSM tidak hanya memiliki lini belakang yang solid. Mereka akan memiliki sistem pertahanan yang menjadi fondasi kuat untuk berburu prestasi di level tertinggi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju Akan Digelar Akhir April 2026, Ini Jawaban sang Aktris soal Rencana Hari Bahagianya
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Ambisi Kurniawan Dwi Yulianto dengan Timnas U17 Indonesia, Bawa Garuda Asia Juara ASEAN U17 Cup 2026
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Satpom tangkap empat orang transaksi tramadol di Halim Perdanakusuma
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Ribuan Warga Padati CFD Boulevard, Jadi Episentrum Ekonomi Rakyat
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Jika Dusan Lagator Bertahan, Lini Belakang PSM Sisa Butuh Sentuhan Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan  
• 8 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.