Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah penerbangan easyJet dari Venesia menuju Paris sempat mengalami momen menegangkan saat hendak mendarat di Bandara Paris Orly. Pesawat terpaksa membatalkan pendaratan pada detik-detik terakhir setelah pilot mendeteksi kilatan ledakan dan asap di dekat area bandara.
Melansir Simple Flying, pesawat Airbus A320 dengan nomor penerbangan U2 4874 itu berangkat dari Bandara Marco Polo, Venesia, Italia, pada Minggu (5/4/2026). Tidak ada kendala berarti selama perjalanan hingga pesawat memasuki fase landing menuju Paris.
Situasi berubah saat pesawat berada sangat dekat dengan landasan Runway 25, sekitar 150 meter sebelum titik pendaratan. Pada momen krusial tersebut, pilot memutuskan melakukan go-around, yakni kembali menaikkan pesawat dan menunda pendaratan demi alasan keselamatan.
Belakangan diketahui sumber gangguan tersebut berasal dari kembang api jenis mortar yang dinyalakan tidak jauh dari area bandara. Kembang api itu merupakan bagian dari perayaan pesta pernikahan di kawasan Villeneuve-le-Roi, wilayah yang berbatasan langsung dengan Paris Orly.
Rombongan pesta disebut datang dengan konvoi sekitar 15 kendaraan, lalu berkumpul di lokasi dan menyalakan kembang api ke udara. Ledakan serta asap yang muncul di sekitar jalur pendekatan pesawat memicu kekhawatiran petugas bandara dan pilot.
Akibat insiden itu, operasional Runway 25 dihentikan sementara selama sekitar 90 menit untuk memastikan area benar-benar steril dan aman digunakan kembali.
Setelah berputar di udara selama kurang lebih 15 menit, pesawat akhirnya berhasil mendarat dengan aman melalui Runway 06/24. Selama penutupan runway utama, sejumlah penerbangan lain juga diarahkan menggunakan jalur pendaratan yang sama.
Maskapai memastikan seluruh penumpang dan awak selamat, tanpa korban luka maupun kerusakan berarti. Meski sempat mengalami penundaan pendaratan, pesawat tiba di tujuan dengan aman.
Insiden ini kembali menyoroti bahaya aktivitas kembang api di sekitar bandara. Selain berisiko mengganggu visibilitas pilot akibat asap, serpihan dan percikan api juga dapat tersedot ke mesin pesawat, yang berpotensi menyebabkan gangguan teknis serius pada fase paling kritis dalam penerbangan.




