Pemerintah India menaikkan pajak ekspor untuk bahan bakar jenis solar dan bahan bakar pesawat (avtur) di tengah situasi krisis energi global.
Dikutip dari Bloomberg, Minggu (12/4), pajak ekspor solar naik lebih dari dua kali lipat, dari 21,5 rupee menjadi 55,5 rupee per liter. Sementara itu, pajak ekspor avtur juga meningkat dari 29,5 rupee menjadi 42 rupee per liter. Sementara pajak ekspor bensin tidak mengalami perubahan.
Kebijakan ini diambil karena perang antara Amerika Serikat-Israel terhadap Iran mulai memengaruhi kondisi ekonomi India. Negara ini sangat bergantung pada impor minyak mentah, dengan sekitar 90 persen kebutuhan energinya berasal dari luar negeri.
Pemerintah India berharap kenaikan pajak ini bisa menambah pemasukan negara di tengah tingginya harga minyak dan gangguan pasokan global. Selain itu, langkah ini juga bertujuan agar perusahaan kilang tidak terlalu banyak mengekspor bahan bakar, sehingga persediaan dalam negeri tetap aman.
Seorang pejabat Kementerian Keuangan India mengatakan kebijakan ini juga untuk mencegah eksportir memanfaatkan harga bahan bakar domestik yang lebih murah, yang selama ini dijaga pemerintah agar tetap terjangkau bagi masyarakat.





