PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) mencatat pertumbuhan signifikan pada tabungan haji seiring meningkatnya minat masyarakat dalam mempersiapkan ibadah ke Tanah Suci.
Berdasarkan data per Februari 2026, tabungan haji BSI tumbuh 10,98% secara tahunan (YoY) menjadi Rp15,47 triliun dengan jumlah rekening mencapai lebih dari 7 juta. Hal ini mendorong fungsi intermediasi dana yang baik dan DPK solid pada posisi Rp366 triliun, naik 14,76% YoY.
Menariknya, sekitar 83% calon jemaah haji Indonesia tercatat merupakan nasabah tabungan haji BSI. Hal ini menegaskan posisi Perseroan sebagai pemimpin pasar (market leader) dalam segmen jemaah haji reguler tunggu di Indonesia.
Seiring mendekati musim haji, BSI juga terus mengoptimalkan layanan bagi nasabah. Perseroan menyiapkan berbagai kanal pembayaran pelunasan biaya haji melalui jaringan e-channel, termasuk lebih dari 126 ribu BSI Agen serta seluruh kantor cabang.
Selain itu, BSI menghadirkan sejumlah layanan pendukung bagi jemaah, seperti Kartu Debit Visa Umrah yang dapat digunakan selama berada di Tanah Suci, hingga layanan call center BSI Call 14040 yang dapat diakses secara real time untuk kebutuhan perbankan.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Perseroan dalam menghadirkan layanan terintegrasi bagi ekosistem haji dan umrah, sekaligus memperkuat perannya sebagai penyedia solusi keuangan syariah yang menyeluruh.
Baca Juga: BSI Dorong UMKM Naik Kelas, KUR Syariah Rp1,65 Triliun Mengalir
Baca Juga: Tabungan Emas Melejit, BSI Optimistis BYOND Tembus 10 Juta Pengguna di 2026
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, menekankan pentingnya kesiapan finansial dalam menjalankan ibadah haji.
"Untuk itu kami mempersiapkan infrastruktur digital yang menjadi bagian penting akselerasi pertumbuhan bisnis terutama optimalisasi peningkatan tabungan haji. Kami optimis tahun ini jumlah nasabah tabungan haji meningkat seiring dengan kemudahan akses layanan membuka tabungan haji di BYOND by BSI," katanya.
Dengan strategi tersebut, BSI optimistis dapat terus memperluas inklusi keuangan syariah sekaligus mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia.





