Pemprov DKI Jakarta melakukan revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Proyek ini menjadi bagian dari penataan ulang kawasan setelah dibongkarnya tiang-tiang monorel yang sempat mangkrak bertahun-tahun.
Berdasarkan pantauan kumparan di lokasi pada Minggu (12/4) pukul 10.30 WIB, pengerjaan proyek masih berlangsung. Sejumlah pekerja terlihat sibuk dengan material pembangunan.
Ramai aktivitas pekerja terlihat di ruas jalan dari seberang Gedung KPK hingga Gedung Asuransi Wahana Tata. Beberapa alat berat juga masih beroperasi.
Sejumlah bagian trotoar juga sudah mulai terlihat bentuknya, meski pengerjaan masih berlangsung di beberapa titik.
Proyek ini dilakukan dengan menutup sebagian lajur di jalan tersebut. Pada sejumlah titik, kendaraan hanya dapat menggunakan tiga lajur. Di jam-jam padat, kemacetan kadang tak terhindarkan.
Pemerintah Provinsi Jakarta diketahui tengah melakukan revitalisasi trotoar sepanjang 3,8 kilometer dengan lebar hingga 7 meter. Proyek tersebut ditargetkan selesai dalam waktu tiga hingga lima bulan mendatang.
Revitalisasi ini bertujuan meningkatkan kenyamanan dan keamanan pejalan kaki, sekaligus mendorong pemanfaatan ruang publik yang lebih ramah dan tertata bagi masyarakat.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa seluruh struktur monorel lama di kawasan Rasuna Said telah dibongkar dan dirapikan. Ia mengapresiasi kinerja Dinas Bina Marga dalam menyelesaikan pembongkaran tersebut.
“Saya juga bersyukur mengucapkan terima kasih kepada Bina Marga bahwa monorel yang berjumlah 109 sekarang ini per hari Sabtu kemarin semuanya sudah terpotong dan dirapikan,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (24/2).
Setelah pembongkaran rampung, Pemprov DKI langsung memulai penataan kawasan dengan fokus pada pembangunan fasilitas yang lebih ramah bagi pejalan kaki. Penataan tersebut mencakup pembangunan trotoar, saluran air, hingga ruang terbuka hijau.
“Kita akan memulai untuk pembangunan tadi mulai untuk pedestrian, selokan, taman, dan sebagainya,” lanjutnya.
Pramono juga menargetkan perubahan wajah kawasan Rasuna Said sudah dapat dirasakan masyarakat dalam waktu dekat. Ia menyebut proyek penataan ini diharapkan rampung pada Juni mendatang.
“Mudah-mudahan bulan Juni, saya sudah memberikan target untuk monorel ini bisa diselesaikan,” kata dia.
Sebagai informasi, proyek monorel di kawasan Rasuna Said sebelumnya mangkrak selama bertahun-tahun dan menyisakan deretan tiang beton di sepanjang jalan. Kondisi tersebut sempat menjadi sorotan karena dinilai mengganggu estetika kota.
Dengan adanya revitalisasi ini, kawasan Rasuna Said diharapkan menjadi lebih tertata, nyaman, serta mendukung mobilitas pejalan kaki dan pengguna ruang publik di pusat bisnis Jakarta.





