Rumah sakit utama milik pemerintah Beirut masih beroperasi di tengah kekhawatiran akan ancaman Zionis Israel terhadap wilayah tersebut. Hingga saat ini pihak rumah sakit belum dievakuasi.
Pihak rumah sakit mengaku khawatir terjebak dalam baku tembak setelah militer Zionis mengeluarkan peringatan evakuasi untuk lingkungan tempat rumah sakit itu berada. Para staf rumah sakit harus tetap menjalankan kewajiban kemanusiaannya di mana zona di sekitar rumah sakit terancam dan dianggap berbahaya. Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyerukan agar Rumah Sakit Universitas Rafik Hariri dilindungi dari serangan.
Baca juga: Tren Campak Menurun, Kemenkes Tetap Waspada di 14 Provinsi
Juru bicara sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Stephane Dujarric mengungkap total hampir 1900 orang meninggal dunia dan lebih dari 6000 terluka di Lebanon sejak 2 Maret lalu. WHO juga memperingatkan bahwa beberapa rumah sakit mungkin kehabisan persediaan. Persediaan untuk sekitar tiga minggu habis hanya dalam satu hari.




