TEL AVIV, KOMPAS.TV - Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu mengancam Lebanon, pihaknya akan melakukan eskalasi serangan.
Ia menegaskan, Israel hanya akan sepakat bernegosiasi jika syarat yang diajukan disetujui.
Netanyahu pada pidatonya yang direkam menegaskan Lebanon telah membuka saluran negosiasi langsung.
Baca Juga: Iran Ungkap Syarat Perundingan Damai dengan AS, Negosiasi Batal jika Tak Dilakukan
Dikutip dari TRT World, Minggu (12/4/2026), Netanyahu menegaskan hal itu sebagai hasil dari kekuatan yang ditunjukkan Israel.
Netanyahu pun menegaskan, ia menyetujui pembicaraan damai, namun ada dua kondisi yang mengiringi.
Syarat tersebut adalah pelucutan senjata Hizbullah, dan tercapainya kesepakatan damai yang abadi.
Ia juga memperingatkan aksi militer Israel di Lebanon akan berlanjut.
“Perang masih belum berakhir, dan Israel telah meraih pencapaian yang luar biasa,” tutur Netanyahu.
Pada Jumat (10/4/2026), Kepresidenan Lebanon mengatakan, pemerintahannya dan Israel sepakat melakukan pertemuan di Washington, Selasa (14/4/2026) mendatang.
Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya
Sumber : TRT World
- benjamin netanyahu
- lebanon
- hizbullah
- mengancam lebanon
- israel
- eskalasi serangan





