ISLAMABAD, KOMPAS.TV - Perundingan damai Iran-Amerika Serikat (AS) mengalami kegagalan setelah pembicaraan selama 21 jam.
Wakil Presiden AS JD Vance mengungkapkan, tak ada kesepakatan yang tercapai dalam perundingan tersebut
Iran dan AS melakukan perundingan damai sejak Sabtu (11/4/2026) terkait upaya penghentian perang.
JD Vance menggambarkan kegagalan tersebut sebagai berita buruk.
“Kabar buruknya adalah kami tak mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu merupakan berita buruk bagi Iran, lebih dari untuk Amerika Serikat,” ujarnya dikutip dari Al-Jazeera.
“Jadi kami akan kembali ke AS, tak mencapai kesepakatan. Kami telah menegaskan dengan jelas batas kami, dan apa yang kami ingin akomodir dengan mereka, dan apa yang tak ingin kami akomodir. Kami telah membuatnya jelas, dan mereka memilih tak menerima syarat kami,” ucapnya.
Baca Juga: Dubes Iran Gemakan Kemenangan atas AS, Jadi Alasan Paksa Washington Terima 10 Poin Gencatan Senjata
Pada kesempatan tersebut, JD Vance memuji Pakistan dengan menggambarkannya sebagai tuan rumah yang luar biasa.
“Apa pun hasil dari negosiasi ini, itu bukan karena Pakistan, yang telah melakukan pekerjaan hebat, dan mencoba membantu menjembatani kami dan Iran untuk mencapai kesepakatan,” tuturnya.
Menurut Vance, pihaknya telah cukup fleksibel, namun rupanya tetap tak bisa membuat Iran menerimanya.
Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya
Sumber : AL-Jazeera
- perundingan damai
- amerika serikat
- iran
- jd vance
- tak ada kesepakatan





