Kaltim Kembangkan Sampah Jadi Energi Listrik, Dorong Ekonomi Sirkular

pantau.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Otorita Ibu Kota Nusantara dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sepakat mengembangkan program pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Program ini bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mendukung transisi menuju energi terbarukan.

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri mengatakan, "Transformasi sampah menjadi energi listrik ini sebagai upaya pemerintah daerah bersama OIKN dan pihak terkait guna meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pengelolaan lingkungan secara sirkular".

Kesepakatan tersebut dituangkan melalui penandatanganan program Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik yang melibatkan berbagai pihak.

Fasilitas pengolahan direncanakan dibangun di wilayah Samarinda Raya dan Balikpapan Raya.

Kabupaten Kutai Kartanegara berperan sebagai daerah pendukung penyedia bahan baku sampah untuk diolah melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah.

Produksi sampah di Samarinda mencapai sekitar 600 hingga 660 ton per hari, Balikpapan sekitar 550 ton per hari, dan Kutai Kartanegara sekitar 354 ton per hari.

Program ini mendorong penerapan prinsip reduce, reuse, recycle dalam pengelolaan sampah.

Selain mengurangi timbunan sampah, pengelolaan ini juga dinilai mampu menciptakan nilai ekonomi dan lapangan kerja baru.

Pemerintah turut mendorong masyarakat untuk memilah sampah secara mandiri melalui edukasi dan penguatan komunitas bank sampah di tingkat desa dan kelurahan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Advokat Mesti Menguasai KUHAP dan KUHP Baru
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BRI Super League 2025/2026 Memasuki Pekan-Pekan Mencekam, Bagaimana Kans Persib, Borneo FC, dan Persija?
• 4 jam lalubola.com
thumb
Perundingan Damai Iran-AS Buntu, JD Vance: Kabar Buruk, Tak Ada Kesepakatan Tercapai
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Tampil tanpa beban jadi kunci Agassi menangi 3-Point Contest IBL 2026
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
BGN Habiskan Anggaran Rp113 Miliar untuk Bayar EO, Dadan Hindayana: SDM Internal Belum Memadai
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.