Kasus Penipuan Rp2,4 Triliun, Bareskrim Lacak Aset Tersangka DSI

rctiplus.com
11 jam lalu
Cover Berita
Kasus Penipuan Rp2,4 Triliun, Bareskrim Lacak Aset Tersangka DSINasional | okezone | Minggu, 12 April 2026 - 12:01Dengarkan Berita

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri melakukan pelacakan aset para tersangka kasus dugaan fraud atau penipuan oleh PT Dana Syariah Indonesia (PT DSI) yang merugikan Rp2,4 triliun.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak mengungkapkan, penyidik juga terus berkoordinasi dengan PPATK dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menelusuri aset-aset harta kekayaan para tersangka yang disembunyikan.

"Sekaligus mengamankan aset tersebut sebagai barang bukti dalam rangka memaksimalkan pemulihan kerugian (asset recovery) para korban," kata Ade kepada wartawan, Jakarta, Minggu (12/4/2026).

Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan LPSK terkait kasus dugaan fraud atau penipuan oleh PT Dana Syariah Indonesia tersebut. Hal itu dilakukan untuk kepentingan ganti rugi atau restitusi para korban.

Baca Juga:Puan Berharap Haji 2026 Tetap Dilaksanakan meski Ada Konflik di Timur Tengah

"Berkaitan dengan hal tersebut Penyidik telah melakukan koordinasi lanjutan dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terkait proses permohonan restitusi bagi para korban perkara PT DSI," ujar Ade.

Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, terhitung mulai tanggal 1 April 2026 telah dibuka kanal pengaduan online oleh LPSK, dan para korban dapat mengajukan pendaftaran sebagai pemohon restitusi, serta selanjutnya dilakukan proses verifikasi.

"Pengajuan restitusi dilakukan secara online melalui website resmi LPSK untuk pengajuan klaim kerugian korban," tutup Ade.

 

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan tersangka dalam kasus dugaan dugaan penipuan atau fraud (kecurangan) PT Dana Syariah Indonesia.

Mereka yakni TA selaku Direktur Utama sekaligus pemegang saham PT DSI. Kemudian, MY selaku mantan Direktur PT DSI dan pemegang saham PT DSI, Dirut PT Mediffa Barokah Internasional dan PT Duo Properti Lestari.

Selanjutnya pejabat yang ditetapkan tersangka adalah ARL selaku Komisaris dan pemegang saham PT DSI.

Dalam perkembangan terbarunya, penyidik pun kembali menetapkan seorang tersangka baru dalam kasus itu. Ia adalah AS yang merupakan mantan Direktur sekaligus Founder PT DSI.

Baca Juga:Astra Daihatsu Pontianak Kubu Raya, Layanan Lengkap untuk Semua Kebutuhan

Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat Pasal 488 dan/atau Pasal 486 dan/atau Pasal 492 KUHP dan/atau Pasal 45A Ayat (1) Jo Pasal 28 Ayat (1) UU ITE dan/atau Pasal 299 UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, dan Pasal 607 ayat (1) huruf a, b dan c KUHP.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kerja Bakti Serentak di Jakarta Barat, Rano Karno Soroti Risiko DBD Saat El Nino
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Pramono Klaim Bukan Pejabat yang Suka Cari Popularitas di Media Sosial: Saya Kerja Saja dan Itu Terselesaikan
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
5 Drakor Rating Tinggi yang Berusia 10 Tahun di 2026, Bisa Nonton di Netflix!
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
KBRI Dili Imbau WNI Waspada Tawaran Kerja di Timor-Leste
• 17 menit lalukumparan.com
thumb
Warisan Kolonial Belanda di Cirebon Dibongkar Demi Normalisasi Sungai
• 1 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.