Medan (ANTARA) - PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara menyatakan program listrik masuk desa di Kabupaten Deli Serdang membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
"Progres pekerjaan program listrik desa dimulai di Desa Durin Serugun, Dusun II Derek, Kecamatan Sibolangit, Deli Serdang," ujar General Manager PLN UID Sumatera Utara Mundhakir di Medan, Minggu.
Mundhakir mengatakan pembangunan listrik desa bukan sekadar menghadirkan jaringan dan infrastruktur, tapi juga membuka peluang kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat secara lebih luas.
Lebih lanjut, pihaknya memandang listrik sebagai fondasi peradaban modern. Hal itu karena ketika listrik hadir di desa, bukan hanya terang di rumah-rumah warga, tetapi juga pada harapan, produktivitas, kualitas pendidikan anak-anak, serta peluang ekonomi masyarakat.
"Karena itu, kami menyambut baik dan mengapresiasi dukungan penuh pemerintah pusat dalam memastikan program listrik desa ini berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Mundhakir.
Ia mengatakan perusahaan terus berkomitmen mendukung agenda besar pemerintah dalam menghadirkan akses energi yang berkeadilan hingga ke pelosok
"Sekaligus memperkuat langkah Indonesia menuju masa depan energi yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan;" ucapnya.
Ia menambahkan pemerataan akses listrik merupakan bagian penting dari pembangunan nasional yang inklusif. Hal ini juga sejalan dengan transformasi PLN dalam mendukung transisi energi.
"Kami ingin memastikan masyarakat di desa-desa turut menjadi bagian dari kemajuan, merasakan manfaat energi yang andal, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” ucapnya.
Kepala Desa Durin Serugun Ngamanken Ginting mengapresiasi kepada pemerintah dan PLN atas hadirnya listrik di desanya. Menurutnya, kehadiran listrik telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat.
“Dengan adanya listrik, masyarakat sangat terbantu. Anak-anak kini bisa belajar pada malam hari dengan lebih nyaman, dan aktivitas di rumah juga menjadi lebih mudah karena penerangan sudah jauh lebih baik,” ujarnya.
Baca juga: Listrik menyala, ibu-ibu Desa Agusen ibadah puasa-sambut Lebaran ceria
Baca juga: Mendes bertemu 15 CEO asal Inggris, bahas percepatan listrik desa
Baca juga: Mendagri: 21 desa di Aceh dan Sumut jadi prioritas pemulihan listrik
"Progres pekerjaan program listrik desa dimulai di Desa Durin Serugun, Dusun II Derek, Kecamatan Sibolangit, Deli Serdang," ujar General Manager PLN UID Sumatera Utara Mundhakir di Medan, Minggu.
Mundhakir mengatakan pembangunan listrik desa bukan sekadar menghadirkan jaringan dan infrastruktur, tapi juga membuka peluang kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat secara lebih luas.
Lebih lanjut, pihaknya memandang listrik sebagai fondasi peradaban modern. Hal itu karena ketika listrik hadir di desa, bukan hanya terang di rumah-rumah warga, tetapi juga pada harapan, produktivitas, kualitas pendidikan anak-anak, serta peluang ekonomi masyarakat.
"Karena itu, kami menyambut baik dan mengapresiasi dukungan penuh pemerintah pusat dalam memastikan program listrik desa ini berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Mundhakir.
Ia mengatakan perusahaan terus berkomitmen mendukung agenda besar pemerintah dalam menghadirkan akses energi yang berkeadilan hingga ke pelosok
"Sekaligus memperkuat langkah Indonesia menuju masa depan energi yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan;" ucapnya.
Ia menambahkan pemerataan akses listrik merupakan bagian penting dari pembangunan nasional yang inklusif. Hal ini juga sejalan dengan transformasi PLN dalam mendukung transisi energi.
"Kami ingin memastikan masyarakat di desa-desa turut menjadi bagian dari kemajuan, merasakan manfaat energi yang andal, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” ucapnya.
Kepala Desa Durin Serugun Ngamanken Ginting mengapresiasi kepada pemerintah dan PLN atas hadirnya listrik di desanya. Menurutnya, kehadiran listrik telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat.
“Dengan adanya listrik, masyarakat sangat terbantu. Anak-anak kini bisa belajar pada malam hari dengan lebih nyaman, dan aktivitas di rumah juga menjadi lebih mudah karena penerangan sudah jauh lebih baik,” ujarnya.
Baca juga: Listrik menyala, ibu-ibu Desa Agusen ibadah puasa-sambut Lebaran ceria
Baca juga: Mendes bertemu 15 CEO asal Inggris, bahas percepatan listrik desa
Baca juga: Mendagri: 21 desa di Aceh dan Sumut jadi prioritas pemulihan listrik





