BGN Jelaskan Penggunaan Anggaran Rp 113 Miliar untuk Jasa EO

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa penggunaan Event Organizer (EO) merupakan bagian dari kebutuhan strategis BGN sebagai lembaga baru yang tengah membangun sistem dan tata kelola operasional. 

Hal ini menjawab terkait penggunaan anggaran kisaran Rp113 miliar untuk jasa EO yang menjadi sorotan publik.

Baca Juga :
DPR Minta BGN Jelaskan Pengadaan Motor Listrik Secara Terbuka ke Masyarakat
Ratusan Dapur MBG di Jawa hingga Wilayah Timur Dihentikan Sementara, Ini Alasannya

"Sebagai lembaga baru yang dibentuk untuk menjalankan program strategis nasional tentu berada dalam fase awal pembangunan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional. Dalam tahap ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri," kata Dadan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu 12 April 2026.

Apalagi dalam penyelenggaraan event, kampanye publik, dan sosialisasi nasional yang berskala besar dan kompleks, diperlukan dukungan pihak profesional. EO, lanjut Dadan, memiliki keahlian yang belum sepenuhnya dimiliki BGN saat ini.

"Penggunaan jasa EO dalam konteks ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kegiatan dapat berjalan secara profesional, terstandar, dan tepat waktu. EO memiliki keahlian khusus dalam manajemen acara, mulai dari perencanaan, koordinasi vendor, pengelolaan teknis lapangan, hingga mitigasi risiko operasional. Hal-hal ini membutuhkan pengalaman dan tim yang solid yang secara realistis belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN di fase awal pembentukannya," jelasnya.

Selain aspek teknis, penggunaan EO juga dinilai mendukung tata kelola administrasi dan keuangan yang lebih tertib. Dengan melibatkan pihak ketiga, proses pengadaan barang dan jasa, pembayaran vendor, hingga pelaporan kegiatan dapat dilakukan secara terpusat dan sistematis.

"Hal ini justru memudahkan proses audit, pengawasan, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara, karena seluruh komponen kegiatan terdokumentasi secara sistematis," ujar Dadan.

Menurut Dadan, kegiatan BGN yang dihandle oleh EO bukan sekadar acara seremonial saja, melainkan bagian dari strategi komunikasi publik terkait isu gizi nasional dan juga kegiatan strategis lainnya seperti Bimbingan Teknis (Bimtek) para penjamah makanan agar keamanan pangan dikelola oleh SDM yang terlatih.

"Oleh karena itu, kualitas penyelenggaraan menjadi krusial. EO berperan dalam memastikan pesan yang ingin disampaikan pemerintah dapat dikemas secara efektif, menarik, dan berdampak luas, sehingga tujuan program dapat tercapai secara optimal serta pengelolaan SDM yang terlatih di bidangnya," jelasnya.

Baca Juga :
Akui ada Miskomunikasi, Purbaya: Tahun Ini Tidak Ada Lagi Pembelian Motor Listrik MBG
Efisiensi, Komisi IX DPR Minta BGN Batalkan Pengadaan Motor Listrik
Komisi IX DPR Bakal Panggil Kepala BGN Pekan Depan Buntut Pengadaan Motor Listrik

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gaji Pensiunan PNS Tertinggi 2026 Tembus Rp4,9 Juta, Ini Rinciannya
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Perundingan Perdamaian Iran-AS Tak Capai Kesepakatan, Selat Hormuz Salah Satu Penyebabnya
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Ngeri! Minibus L300 Angkut 22 Emak-Emak di Jember Terbakar, Penumpang Panik Berhamburan
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 12 April Naik Jadi Rp2,460 Juta per Gram, Buyback Rp2,490 Juta
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Menteri Lingkungan Hidup Instruksikan Daerah Aktifkan MPA untuk Tekan Lonjakan Karhutla 2026
• 21 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.