Oleh Chabibul Barnabas
Pegiat Yayasan Gerakan Beramal Baik dan Pemerhati Sosial Pendidikan
Transformasi pendidikan di Indonesia hingga kini masih terus berjalan dan tak pernah mati. Tengok saja sepanjang tahun lalu sampai detik ini, tidak sedikit yang menunjukkan arah semakin progresif dan berdampak luas.
Di bawah kepemimpinan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Wakil Menterinya, berbagai program strategis berhasil diterjemahkan menjadi capaian nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Fokus utamanya pada pemerataan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru yang menjadi fondasi kuat mewujudkan visi besar Presiden di sektor pendidikan.
Salah satu capaian paling menonjol terlihat pada program revitalisasi satuan pendidikan. Ungkapan ini dibuktikan dengan data yang tercatat di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Baca Juga: TKA SMP 2026 Mulai Hari Ini, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Sampaikan Pesan untuk Para Peserta
Hingga akhir 2025, sebanyak 16.167 satuan pendidikan berhasil direvitalisasi, yang mencakup berbagai jenjang satuan pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Pendidikan nonformal.
Rincian capaiannya terbilang cukup merata, yakni 1.552 PAUD, 6.328 Sekolah Dasar (SD), 3.989 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 2.272 Sekolah Menegah Atas (SMA), 1.465 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 385 Sekolah Luar Biasa (SLB), serta 176 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).
Deretan angka tersebut menegaskan bahwa pembangunan satuan pendidikan tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi menjangkau hingga wilayah pelosok-pelosok di Indonesia.
Bahkan lebih dari sekadar pembangunan fisik, program revitalisasi ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Keterlibatan 28.000 UMKM di lebih dari 5.000 Kecamatan serta penyerapan hampir 200 ribu tenaga kerja menunjukkan bahwa sektor pendidikan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Langkah ini memperlihatkan bahwa pembangunan pendidikan memiliki efek ganda.
Tidak hanya meningkatkan kualitas sarana belajar, tetapi juga menghidupkan ekonomi masyarakat, sehingga pendidikan benar-benar menjadi pusat pertumbuhan yang inklusif.
Selain infrastruktur, pemerintah juga mendorong percepatan digitalisasi pembelajaran.
Sebanyak 288.865unit papan interaktif digital (Interactive Flat Panel) telah disalurkan untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
Digitalisasi ini menjadi jawaban atas tantangan zaman yang menuntut adaptasi cepat terhadap perkembangan teknologi.
Sekolah kini tidak lagi terbatas pada metode konvensional, tetapi mulai mengintegrasikan pembelajaran interaktif yang lebih menarik dan efektif.
Tidak berhenti sampai di situ. Transformasi digital ini juga disertai dengan perhatian serius pemerintah terhadap kesejahteraan guru.
Lebih dari satu juta guru non-ASN telah menerima berbagai bentuk tunjangan. Adapun guru ASN daerah yang menerima manfaat mencapai lebih dari 1,7 juta orang.
Kebijakan ini menjadi langkah penting meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru.
Ketika kesejahteraan terjamin, maka kualitas pengajaran akan meningkat, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas lulusan pendidikan.
Baca Juga: Wamendikdasmen Atip: Keberagaman Anugerah untuk Kita Semua, Modal Hidup Lebih Harmonis
Pada aspek peningkatan kompetensi, program Pendidikan Profesi Guru (PPG) juga mencatat capaian signifikan, yakni sebanyak 804.157 guru telah lulus.
Capaian ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah memastikan bahwa setiap guru memiliki kompetensi yang memadai.
Guru tidak hanya dituntut mengajar, tetapi juga terus berkembang mengikuti dinamika pendidikan modern.
Penulis : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- transformasi sektor pendidikan
- kemendikdasmen
- sektor pendidikan indonesia
- presiden prabowo
- mendikdasmen
- wamendikdasmen





