Bhutan terus mengurangi kepemilikan bitcoinnya secara signifikan. Cadangan bitcoin negara tersebut kini hampir habis dibandingkan posisi sebelumnya yang tercatat mencapai 13.000 BTC di 2024.
Dikutip dari Arkham Intelligence, Bhutan dalam waktu kurang dari dua tahun, telah memangkas lebih dari setengah kepemilikan bitcoin-nya. Data menunjukkan cadangan bitcoin negara itu kini hanya sekitar 3.954 BTC.
Baca Juga: Perusahaan Jepang Kini Menjadi Pemilik Bitcoin Terbesar Ketiga Dunia
Bhutan dengan hal tersebut diketahui telah menjual lebih dari 9.000 BTC. Adapun nilai penjualan tersebut diperkirakan sekitar US$640 juta. Pada tahun ini, negara itu diketahui telah mentransfer bitcoin senilai antara US$120 juta hingga US$215 juta.
Penjualan bitcoin itu dilakukan secara bertahap untuk menghindari tekanan besar pada pasar. Ia sendiri dilakukan melalui lembaga investasi dari Bhutan, Druk Holding & Investments.
Strateginya Bhutan meliputi transaksi bertahap (tidak sekaligus), penggunaan mitra institusional dan distribusi melalui berbagai dompet dan bursa. Beberapa jalur transaksi terhubung dengan perusahaan seperti Galaxy Digital hingga OKX.
Dalam beberapa bulan terakhir, aktivitas transfer juga menunjukkan peningkatan volume. April misalnya tercatat 319 BTC. Adapun Maret, Bhutan mencatatkan penjualan bitcoin hingga 1492 BTC.
Langkah ini diyakini sebagai bagian dari strategi pengelolaan kas negara tersebut untuk mengurangi eksposur terhadap volatilitas kripto, mengamankan keuntungan dari kenaikan harga sebelumnya dan menjaga stabilitas keuangan nasional dari Bhutan. Hasil penjualan disebut dilaporkan akan digunakan untuk mendukung pembangunan dalam negeri, termasuk proyek ambisius seperti Gelephu Mindfulness City.
Bhutan juga dilaporkan hampir menghentikan penambangan bitcoin, meskipun sebelumnya memanfaatkan energi hidro untuk aktivitas tersebut. Tidak ada arus masuk signifikan dari mining selama lebih dari satu tahun terakhir.
Meski cadangan menurun tajam, ia sendiri tetap termasuk salah satu negara dengan kepemilikan bitcoin terbesar. Namun, posisinya relatif melemah dibandingkan negara lain seiring berlanjutnya aksi jual.
Baca Juga: Korea Selatan Siapkan Kebijakan Aset Digital, Atur Stablecoin hingga Cegah Penipuan Kripto
Langkah Bhutan menunjukkan bahwa bahkan negara yang sebelumnya bullish terhadap bitcoin kini mulai mengunci keuntungan, mengurangi risiko dan mengalihkan fokus ke ekonomi riil. Hal ini bisa menjadi sinyal penting bagi pasar bahwa fase distribusi oleh pemain besar masih berlangsung, meskipun dilakukan secara hati-hati agar tidak mengguncang harga secara drastis.





