Pantau - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mengutamakan pendekatan edukasi dan dialog dalam menangani konflik sosial di wilayah Tambrauw dan Maybrat.
Gubernur Elisa Kambu menegaskan pendekatan persuasif dan humanis menjadi prioritas dalam penyelesaian konflik.
Ia mengatakan, "Kami mengedepankan pendekatan edukasi dan dialog kepada masyarakat. Ini penting agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara baik tanpa menimbulkan dampak yang lebih luas,".
Pemerintah juga mendorong keterlibatan aktif kepala daerah di tingkat kabupaten melalui sosialisasi dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Langkah ini dilakukan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga kondisi kondusif.
Selain pendekatan dialogis, pemerintah turut menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak konflik.
Elisa menyampaikan, "Selain pendekatan persuasif, kami juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap merasa diperhatikan,".
Pemerintah juga berencana melakukan kunjungan langsung ke wilayah terdampak untuk memastikan upaya dialog berjalan optimal.
Koordinasi dengan pemerintah kabupaten akan terus diperkuat guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pendekatan humanis ini diharapkan mampu menciptakan kondisi yang kondusif untuk mendukung pembangunan daerah.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meredam konflik sosial secara berkelanjutan.



