REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) kembali menyelenggarakan kegiatan Halalbihalal dan Bakti Sosial di Auditorium Gedung F Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri (BPSDM Kemendagri), Jakarta Selatan. Kegiatan itu mengusung tema "Bersatu dalam Iman, Bergerak dalam Pengabdian".
Ketua Umum DPP IKA UII, Ari Yusuf Amir menjelaskan, halalbihalal merupakan momentum strategis untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meneguhkan peran IKA UII sebagai ruang kolaborasi dan pengabdian. "IKA UII adalah rumah bersama yang harus kita hidupkan sebagai ruang tumbuh dan rumah juang," ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Ahad (12/4/2026).
Baca Juga
Mendikdasmen: Halalbihalal dan Mudik Perkuat Kecerdasan Sosial
Menggali Makna Halalbihalal
Rano Karno: Halalbihalal Jakarta Simbol Persatuan dan Harmoni
Ari pun menyinggung dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, termasuk konflik dan krisis kemanusiaan di berbagai kawasan dunia. Menurut dia, kondisi itu menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk tetap menjunjung tinggi nilai keadilan dan kemanusiaan.
"Dalam situasi ini, kita tidak boleh abai. Ini adalah ujian moral bagi kita semua untuk tetap berpihak pada nilai keadilan dan kemanusiaan," ucap Ari. Dalam pertemuan itu, panitia halalbihalal juga menyoroti krisis kemanusiaan global, termasuk konflik yang melibatkan Iran.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Mantan rektor UII, Fathul Wahid, menyampaikan, halalbihalal menjadi ruang penting untuk mempererat hubungan sekaligus memperkuat jejaring antaralumni lintas generasi. "Halalbihalal ini tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat kolaborasi. Saya berharap dari rangkaian kegiatan ini lahir sinergi yang semakin solid di tengah berbagai tantangan yang dihadapi," ucapnya.