TEHERAN, KOMPAS.TV - Media Iran mengungkapkan tuntutan berlebihan Amerika Serikat (AS) menjadi penyebab kegagalan perundingan damai kedua negara.
Pada Minggu (12/4/2026), perundingan damai Iran-AS dilaporkan tak menemui kesepakatan setelah pembicaraan selama 21 jam di Islamabad, Pakistan.
Perundingan tersebut dilakukan setelah 40 hari perang antara Iran vs AS-Israel, yang dimulai pada 28 Februari 2026.
Baca Juga: Perundingan Damai Iran-AS Buntu, JD Vance: Kabar Buruk, Tak Ada Kesepakatan Tercapai
Kantor Berita Tasnim mengungkapkan, berdasarkan laporan korespondennya, kesepakatan karena tuntutan dan ambisi berlebihan dari AS.
Mereka mengungkapkan tim negosiator Iran bersikeras pada hak-hak bangsa Iran, selama perundingan tersebut.
“Selama hampir 21 jam negosiasi dan konsultasi intensif di Islamabad, tim negosiasi Iran, termasuk Ketua Parlemen Mohammad Baqer Ghalibaf, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Ali Bagheri, bersama dengan komite ahli, mencegah terwujudnya tuntutan berlebihan AS dengan menjaga hak-hak dasar rakyat di berbagai bidang politik dan militer serta teknologi nuklir damai,” tulis Tasnim.
Menurut Tasnim, AS bermaksud mencapai tujuannya yang telah gagal dicapai dalam perang melawan Iran.
Hal itu termasuk masalah Selat Hormuz, dan pemindahan material nuklir dari Iran.
“Tetapi delegasi Iran menggagalkan upaya tersebut,” tulis mereka.
Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya
Sumber : Tasnim/CBS News
- iran
- media iran
- amerika serikat
- tuntutan berlebihan
- perundingan damai
- perundingan damai iran-as





