Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut salah satu kelemahan bangsa Indonesia adalah memiliki ego yang terlalu tinggi.
Pernyataan ini disampaikan saat memberikan sambutan dalam acara “Halal Bihalal Paguyuban Jawa Tengah” di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4).
Menurut dia, kelemahan itu membawa dampak negatif ketika orang tersebut menjadi pemimpin atau pejabat pemerintahan.
Pemimpin yang baru biasanya enggan melanjutkan program atau kebijakan pemimpin sebelumnya karena terhalang ego pribadi.
“Salah satu kelemahan bangsa kita adalah, salah satu kelemahan bangsa kita egonya terlalu kegedean. Begitu jadi pemimpin, pemimpin yang lain yang sebelumnya nggak dilanjutkan,” ucap Pramono.
Namun, Pramono mengatakan bahwa dirinya bukan pemimpin seperti itu. Dia menekankan memilih melanjutkan sejumlah program maupun kebijakan pemimpin sebelumnya.
“Kalau saya enggak. Semua saya lanjutkan. Dari Bang Yos, Bang Foke. Alhamdulillah untuk urusan Kebetawian juga sudah selesai Bang Yos,” tuturnya.
“Majelis Kaum Betawi sekarang sudah mau menjadi satu rukun. Dan kemarin Lebaran Betawi di Lapangan Banteng Alhamdulillah berjalan dengan baik,” tambah Pramono.
Selain itu, dia juga mengaku melanjutkan proyek Rumah Sakit Sumber Waras yang merupakan peninggalan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
“Alhamdulillah sekarang sudah selesai. Kita sudah bahas, segera akan kita bangun pada tahun ini Rumah Sakit Internasional Sumber Waras luasnya 3,6 hektar,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga membereskan proyek monorel peninggalan Sutiyoso alias Bang Yos yang mangkrak selama 21 tahun. Adapun tiang-tiang monorel yang berjejer di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, itu kini telah dibongkar.
“Saya yakin peninggalan Bang Yos itu begitu banyak terutama di sektor infrastruktur dan transportasi, tetapi monorel ini menjadi beban beliau pasti,” jelas Pramono.
“Karena perubahan kebijakan yang ada di pemerintah pusat, bukan karena Bang Yos, karena perubahan kebijakan di pemerintah pusat,” ujarnya. (saa/dpi)




