Napak Tilas Lokasi Teror Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Sebanyak 53 orang melakukan napak tilas, menyusuri rute insiden penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, pada Minggu (12/4). Ini dilakukan dalam rangka memperingati satu bulan terjadinya insiden tersebut.

Rombongan napak tilas ini dipimpin oleh aktivis HAM sekaligus anggota Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD), Fatia Maulidiyanti, dan anggota Perempuan Mahardika, Sarah. Polisi turut mengawal aksi ini.

Perjalanan diawali dari Kantor YLBHI, Jakarta Pusat. Alasannya, Andrie berada di sana sebelum akhirnya disiram air keras dalam perjalanan pulangnya.

Sarah menjelaskan, di sekitar kantor YLBHI juga merupakan tempat para pelaku penyiraman air keras mengintai Andrie. Para pelaku juga sempat terekam kamera CCTV.

"Di sebelah sana (seberang), yang ada pohon itu, itu adalah pos di mana OTK (orang tak dikenal) 1 dan 2 melakukan standby," ucap Sarah.

Sarah menyebut, ada enam sampai tujuh orang yang diduga bersekongkol di sana sebelum akhirnya Andrie dibuntuti.

Perjalanan kemudian berlanjut ke SPBU Cikini, lokasi Andrie sempat mengisi bahan bakar sepeda motor yang ditumpanginya. Di lokasi ini, Andrie disebut sudah dibuntuti oleh beberapa orang.

"Tempat mereka dari seberang YLBHI depan, terus mereka (pelaku) melawan arah sampai dengan SPBU Cikini. Ada sekitar dua motor yang mengikuti Andrie, berarti ada empat orang," ujar Fatia.

Di sini, salah seorang peserta, Hema (29), yang juga merupakan teman Andrie, menyampaikan perasaannya. Ia mengaku trauma.

"Saya sendiri setiap melihat foto Andrie itu mengingatkan sebuah video yang saat itu beredar, mendapatkan penyiraman air keras dengan teriakan air keras juga, sampai hari ini pelakunya belum jelas sampai sekarang," ucap Hema lirih.

Setelah dari SPBU Cikini, rombongan melanjutkan perjalanannya ke Taman Diponegoro. Di situ, semua peserta menuliskan pesan di secarik kertas yang akan diberikan kepada Andrie.

Selepasnya, rombongan berlanjut ke Jalan Talang, tempat penyiraman air keras terjadi. Di sana, digelar aksi solidaritas dengan memasang pita pink hingga doa bersama.

Ada juga mural yang dibuat oleh tiga muralis, yaitu Kemas, Zulfi, dan Ale. Mural itu menggambarkan wajah Andrie beserta namanya, lalu di bagian kanan menunjukkan siluet 16 orang yang menandakan jumlah pelaku.

Aksi pun diakhiri dengan pernyataan sikap yang mewakili Gerakan Solidaritas untuk Andrie Yunus.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dibombardir Borneo FC, PSBS Biak Tak Berdaya: Badai Pasifik Kian Tenggelam di Dasar Klasemen
• 20 jam lalubola.com
thumb
Krisis Air & Reparasi: Agenda Berani AU 2026 atau Sekadar Retorika?
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Kronologi Rumah Bos ChatGPT Dilempari Bom Molotov
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Preview Chelsea vs Man City: Guardiola di Ujung Tanduk
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Sebegini Uang yang Disita KPK dari OTT Bupati Tulungagung
• 13 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.