JAKARTA, DISWAY.ID – Sebuah video di media sosial mendapatkan berbagai tanggapan dari netizen, pasalnya Sudarno Tim Ahli Gubernur minta masyarakat ber-KTP non Kaltim jagan terlalu nyinyir.
Hal ini disampaikan oleh Sudarno terkait dengan berbagai respon di media sosial terkait permasalahan yang ada di Kalimantan Timur.
Beberapa waktu lalu, Rudy Mas'ud selaku Gubernur Kaltim sembat membuat heboh dengan pembelian mobil dinasnya yang mencapai Rp8.5 miliar.
Rudy kemudian menyampaikan jika mobil Range Rover 3.0 LWB Autobiography P460e sebagai mobil dinas tersebut dipilih demi menjaga marwah dan akan digunakan untuk mendatangi lokasi yang jalannya tidak mulus atau belum diaspal.
BACA JUGA:Harga Mobil Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar, Kronologi Pengadaan dan Pengembaliannya Diungkap CV Afisera
Tidak hanya itu, berselang beberapa bulan, Rudy kemudian kembali membuat heboh dengan rencana renovasi rumah dinas yang mencapai Rp25 miliar.
Terang saja hal ini mendapatkan tanggapan dari masyarakat Tanah Air, tak sedikit dari mereka yang menyayangkan, di masa kondisi negara harus melakukan efisiensi, seorang Gubernur mengeluarkan biaya sebesar itu untuk renovasi rumah dinas.
Sedangkan Sudarno dalam video unggahannya langsung menyasar warga negara yang bukan ber KTP Kalimantan Timur.
Sudarno menyampaikan bahwa, Kaltim merupakan provinsi dengan penyumbang terbesar ke negara, namun dari uang yang diserahkan ke pemerintah pusat, yang kembali dalam bentu APBD tidaklah sebanding dan cukup untuk melakukan pembangunan.
BACA JUGA:Viral Surat Pemprov 'Minta Takjil' ke Perusahaan Tambang hingga Kadis ESDM Kaltim Beri Klarifikasi
“Untuk kawan-kawan warga negara Indonesia yang ber-KTP non Kaltim, yang hari ini nyinyir terhadap pemerintah Provinsi Kaltim, ingat Kalimantan Timur merupakan penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB ke pemerintah pusat”, jelasnya.
“PDRB tersebut berasal dari hasil bumi, mulai tambang serta gas, yang kemudian dikembalikan ke kami dalam jumlah yang sangat terbatas”.
“Dengan kondisi tersebut bagaimana pemerintah kami membangun wilayah dengan luas lebih dari 127.000 km persegi”.
Menurut Sudarno, Kaltim menyetor Rp600-Rp800 triliun kepemerintah pusat yang kembali ke Kaltim tak sebanding, di mana APBD Kaltim saja tahun ini hanya Rp15.14 triliun dengan penduduk 4.000.000 juta jiwa.
"Ini kalian kemudian menjadi nyinyir, jangan-jangan jalan yang kalian lewati, yang ada di pulau Jawa, mungkin di Sumatera, mungkin di Sulawesi itulah duit dari kami".
- 1
- 2
- 3
- »





