JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan sebanyak 92,7 responden mengaku mengetahui Pancasila dan hanya sedikit yang mengaku tidak tahu soal Pancasila.
Kendati demikian, Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan mengungkapan bahwa
“Kita tanyakan, apakah bapak/ibu tahu, baik membaca atau mendengar Pancasila? Nah, ini enggak tahu, apakah berita baik atau berita buruk. Ada 92,7% orang Indonesia dari segala lapisan merasa tahu atau kenal Pancasila. Jadi, kalau 92,7 itu nilainya A lho kalau di kuliah,” kata Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026).
Sisanya, sebanyak 7,3 persen responden tidak mengetahui Pancasila.
Baca juga: Survei LSI, Indikator, SMRC: 50,9 Persen Responden Tak Setuju Indonesia Masuk BoP
Dari 92,7 persen responden yang mengaku mengetahui Pancasila, sebanyak 92,8 persen di antaranya mengetahui sila pertama; 83,5 persen sila kedua; 81,7 persen sila ketiga; 76,4 persen sila keempat; dan 82,5 persen sila kelima.
Selain itu, mayoritas responden yang mengaku mengetahui Pancasila juga mampu menyebutkan seluruh sila.
Baca juga: Survei GoodStats: 55,9 Persen Masyarakat Sudah Lama Tak Membaca Pancasila
Sebanyak 68,2 persen responden mengetahui lima sila secara lengkap; 11,5 persen mengetahui empat sila; 5,3 persen mengetahui tiga sila; 4,4 persen mengetahui dua sila; dan 5,2 persen hanya mengetahui satu sila.
Namun, 5,3 persen lainnya tidak dapat menyebutkan satu pun sila secara benar.
“Mayoritas publik memandang kelima sila dalam Pancasila penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Djayadi.
Baca juga: Magnis Suseno: Pancasila Adalah Kompas Etika
Soal responden dan metodologi surveiUntuk diketahui, populasi survei ini mencakup seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah saat survei dilakukan.
Dari populasi tersebut, peneliti memilih 2.020 responden secara acak menggunakan metode multistage random sampling.
Baca juga: Pancasila dan Pokok-pokok Haluan Negara
Dengan jumlah sampel itu, margin of error survei sebesar ±2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi simple random sampling.
Para responden diwawancarai secara tatap muka oleh pewawancara yang telah mendapatkan pelatihan.
Untuk menjaga kualitas data, tim melakukan pengawasan secara acak terhadap 20 persen sampel melalui kunjungan ulang ke responden (spot check).
Hasilnya, tidak ditemukan kesalahan berarti dalam proses wawancara.
Survei ini berlangsung mulai 4 Maret 2026 hingga 12 Maret 2026.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




