Progres Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra, Memasuki Seksi Sicincin - Bukittinggi Sumbar

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PADANG - Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra seksi Sicincin- Bukittinggi, Sumatra Barat, masih terus berlanjut pada tahun 2026 ini.

Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan adanya terus berlanjut Proyek Strategis Nasional (PSN) ini, diharapkan adanya dukungan berbagai pihak, sehingga untuk pengerjaan seksi Sicincin - Bukittinggi ini lebih cepat dari seksi Padang - Sicincin.

“Karena ini merupakan PSN, perlu untuk dukung bersama, dan ini bukan hanya untuk pemerintah, tetapi untuk kepentingan masyarakat Sumbar secara luas,” katanya, dalam keterangan resmi, Minggu (12/4/2026)..

Dia menyampaikan pembangunan ruas Sicincin - Padang Panjang - Bukittinggi sejatinya telah direncanakan sejak 2024. Oleh karena itu, pentingnya sinergi lintas sektor agar percepatan proyek dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ke depan, kehadiran tol ini akan memberikan kemudahan akses transportasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ini yang kami harapkan bersama,” ujarnya.

Dia menegaskan komitmen Pemprov bersama pemerintah kabupaten dan kota di Sumbar, untuk terus mendukung penyelesaian proyek tersebut.

Baca Juga

  • Pengusaha Sawit Sumatra Bakal Soroti ISPO dan Tantangan Pasar Global di Andalas Forum VI
  • Realisasi Pendapatan Negara di Sumatra Barat Capai 1,37 Triliun per Februari 2026
  • ASDP Ungkap Data Terbaru Arus Balik: 72% Pemudik Sumatra dan 51% Bali Sudah Menyeberang

"Jika semua pihak kompak, saya yakin pengerjaan jalan tol di Sumbar ini bisa selesai dengan baik. Karena dampaknya sangat positif bagi daerah," tegasnya.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Muhibuddin menekankan bahwa kolaborasi seluruh pihak harus diwujudkan secara nyata di lapangan, bukan sekadar komitmen administratif.

“Kami ingin kolaborasi ini betul-betul berjalan dalam kerja nyata, bukan hanya di atas kertas. Tidak boleh ada ego sektoral yang menghambat percepatan pembangunan,” sebut dia.

Dia juga mengingatkan agar pelaksanaan proyek tetap mengedepankan prinsip tepat sasaran, tepat anggaran, tepat waktu, dan tepat kualitas, serta menjaga integritas seluruh pihak yang terlibat.

Muhibuddin menekankan pentingnya perlindungan terhadap masyarakat, khususnya dalam proses pembebasan lahan, daj pemerintah daerah diminta aktif membangun komunikasi dengan masyarakat adat dan nagari.

“Pembangunan harus tetap memperhatikan hak masyarakat. Jangan sampai ada pihak yang dirugikan,” ujarnya.

Dari sisi teknis, Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PUPR, Dedy Gunawan menjelaskan proyek Tol Padang - Pekanbaru telah direncanakan sejak 2005 dan menjadi bagian dari jaringan Tol Trans Sumatra.

Sejumlah ruas, seperti Pekanbaru - Bangkinang, telah beroperasi, sementara ruas lainnya masih dalam tahap persiapan, termasuk penyusunan dokumen dan peninjauan desain.

Kemudian untuk ruas Bukittinggi - Sicincin, saat ini tengah dipersiapkan oleh PT Hutama Karya, mulai dari studi kelayakan, analisis dampak lingkungan (AMDAL), hingga proses pembebasan lahan.

Direktur Utama PT Hutama Karya Koentjoro menegaskan bahwa percepatan proyek menjadi hal yang krusial, mengingat penundaan berpotensi meningkatkan biaya serta mengurangi manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Oleh karena itu, seluruh pihak diminta menetapkan penanggung jawab (PIC) serta menyusun timeline yang jelas hingga proyek dapat diselesaikan sesuai target.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Duga Bupati Tulungagung Peras OPD Rp5 Miliar, Begini Modusnya
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Sopir Bajaj Dipalak Rp100 Ribu per Hari di Tanah Abang, Ini Respons Pramono
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Hasil MPL ID S17 Week 3: Alter Ego Kalahkan RRQ 2-1, Lanjutkan Tren Positif
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 12 April 2026: UBS dan Galeri24 Stabil
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Ekonom nilai proyeksi Bank Dunia jadi pengingat perkuat mesin ekonomi
• 4 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.