Bus suporter Persebaya Surabaya diserang saat perjalanan pulang menuju Surabaya, Minggu (12/4) dini hari. Mereka sebelumnya menyaksikan pertandingan Persebaya Surabaya melawan Persija Jakarta di GBK Jakarta pada Sabtu (11/4) malam.
Video penyerangan itu beredar di media sosial. Terlihat kaca depan bus pecah. Beberapa orang keluar dari bus dan berjalan kaki di jalan tol. Petasan menyala di sisi jalan tol. Arus lalu lintas tersendat akibat peristiwa tersebut.
Kanit I PJR Tol Cikampek AKP Aris membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kejadian berada di KM 51 Tol Japek.
"Mereka (suporter) mau pulang, sehabis melihat tim kesayangannya di Gelora Bung Karno, mau balik ke Surabaya itu. Setiba di TKP itu diketahui ada orang-orang tidak dikenal itu melakukan apa, pelemparan-pelemparan terhadap para suporter itu. Jadi otomatis suporternya turun," kata Aris, Minggu (12/4).
Aris mengatakan petugas PJR Tol Cikampek langsung menuju lokasi saat mendapatkan laporan tersebut. Polisi melakukan penghalauan agar bentrokan tidak terus terjadi.
Menurut Aris, para kelompok yang melakukan penyerangan itu kemudian kabur. Polisi lalu memberikan pengawalan kepada para suporter dari Surabaya itu.
"Kita arahkan untuk masuk ke dalam bus. Setelah masuk ke dalam bus, akhirnya kita lakukan pengawalan ke dalam rest area 57, kita kumpulkan di sana semuanya, kita data, apakah ada yang luka atau tidak, ada yang ini atau tidak ternyata tidak ada alhamdulillah," tutur Aris.
Polisi, lanjut Aris, juga mengawal bus suporter sampai ke Gerbang Tol Cikampek Utama untuk memastikan tidak ada lagi penyerangan.
"Tidak ada korban jiwa, ya udah kita lakukan pengawalan sampai Gerbang Cikampek Utama," pungkasnya.





