BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Masa Pancaroba

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan melanda berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini dipicu oleh masa peralihan musim atau pancaroba yang memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan.

"Dari sisi global, fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) masih berada pada fase netral, tercermin dari indeks NINO 3.4 sebesar -0.35 dan indeks SOI sebesar +2.1, sehingga belum memberikan dampak yang berarti terhadap peningkatan aktivitas konvektif di wilayah Indonesia," tulis BMKG dalam keterangan resminya, dikutip dari Media Indonesia, Minggu, 12 April 2026.

Meski kondisi global berada pada fase netral, BMKG mencatat adanya kontribusi dari fenomena atmosfer lain yang meningkatkan curah hujan di skala lokal dan regional.
 

Baca Juga :

Pembudidaya Ikan di Karanganyar Semangat Bekerja Berkat MBG

Faktor Pemicu Pertumbuhan Awan

Peningkatan pertumbuhan awan hujan saat ini dipengaruhi oleh perlintasan fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) di sejumlah titik strategis. Hal ini juga diperkuat dengan adanya aktivitas gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin.

"Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan melintasi sebagian wilayah Sumatra, Perairan selatan Banten, dan Perairan utara Papua, sehingga berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di kawasan tersebut," tambah BMKG.

Selain itu, potensi sirkulasi siklonik di Samudra Hindia dan Laut Banda turut memperkuat pembentukan awan hujan, meskipun Monsun Australia mulai membawa massa udara kering ke sebagian wilayah Indonesia.

Daftar Wilayah Siaga

BMKG memprakirakan periode 13–16 April 2026 akan didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Beberapa wilayah masuk dalam kategori siaga bencana hidrometeorologi, di antaranya Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Papua Pegunungan. Sementara itu, potensi angin kencang membayangi wilayah Papua Barat Daya.

Mengingat dinamika atmosfer yang masih sangat fluktuatif, BMKG meminta para pemangku kepentingan dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap risiko banjir, tanah longsor, hingga angin kencang.


Ilustrasi hujan. Foto: Dok. Antara.

"Dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi," imbaunya.

Masyarakat, khususnya pengguna jalan, diminta berhati-hati dan menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat terjadi cuaca buruk. Publik juga disarankan untuk memantau pembaruan informasi cuaca secara rutin melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan cuaca yang terjadi sewaktu-waktu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Negoisasi AS & Iran, Dosen Ilmu Politik & Pakar HI Soroti Momen Bersejarah Usai Konflik Panas
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Artemis II Picu Ledakan Ekonomi Luar Angkasa, Bisnis Baru Bermunculan
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
DPR Soroti Sistem Imigrasi Indonesia Masih Lemah: Ini Bagian dari Pertahanan Negara!
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Alarm Bahaya PSIS Semarang! Seri Lawan Persiku, Kini Harus Kalahkan Persipura
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Tim Yudha Saputera Kalahkan Tim Prastawa 117-106, AJ Bramah Sabet MVP IBL All Star 2026
• 17 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.