jpnn.com, JAKARTA - Forum Silaturahmi Ustazah se-Jabodetabek pada pengujung Maret lalu mengunjungi Menara Syariah di Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.
Dalam silaturahmi yang masih di momen Syawalan itu, para dai perempuan tersebut diajak mengunjungi Masjid Al-Ikhlas PIK di kawasan Riverwalk Island, melihat berbagai fasilitas lain di PIK2, dan mengenal lebih jauh Menara Syariah sebagai ikon Islamic Financial Center terbesar se-Asia Tenggara.
BACA JUGA: Kemenekraf Dukung Upaya IDD PIK2 Gandeng Brand & Desainer Lokal Menuju Panggung Global
Direktur Utama Agung Sedayu Group (ASG) Nono Sampono yang menerima langsung kunjungan para ustazah tersebut merasa sangat senang. “Alhamdulillah hari ini kami beruntung kedatangan ibu-ibu sekalian yang luar biasa ini,” ujarnya.
Di hadapan ratusan ustazah, mantan pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI itu menjelaskan alasan ASG membangun Menara Syariah PIK2. “Ini bagian dari salah satu pilar (ekonomi, red) yang kami sedang kembangkan,” kata Nono.
BACA JUGA: KPK Ungkap Modus Kejahatan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Oalah
Tokoh berlatar belakang militer itu menuturkan pembangunan Menara Syariah PIK2 tidak bisa dilepaskan dari potensi besar ekonomi syariah di Indonesia. Menurut dia, ekonomi nasional saat ini berdiri di atas tiga pilar penting, yakni ekonomi konvensional, UMKM, dan ekonomi syariah.
“Kenapa (Menara Syariah, red) harus kita bangun, karena ekonomi syariah ini representasi dari potensi kita di ekonomi karena kita ini umat Islam terbesar di dunia,” ucap pria penerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera Nararya tersebut.
BACA JUGA: JK Didorong Bicara Langsung kepada Prabowo
Dalam kesempatan itu, Prof. Dr. Sylviana Murni, SH sebagai perwakilan para ustazah menyambut positif kegiatan tersebut. Rektor Institut STIAMI itu menyebut kawasan PIK2 bisa menjadi lokasi untuk berbagai kegiatan bagi para ustazah, terutama aktivitas religi.
“Para ustazah yang memiliki jemaah luar biasa juga bisa datang ke sini mengadakan berbagai kegiatan dan masjidnya cantik sekali,” katanya.
Mantan senator asal DKI Jakarta itu mengatakan ustazah dan jemaah bisa berdoa di Masjid Al-Ikhlas PIK. Menurut dia, masjid yang diresmikan pada 15 Januari 2026 itu memiliki suasana yang mendukung kekhusyukan berdoa.
“Suasananya betul-betul seperti masjid di Saudi Arabia,” ujar Sylviana Murni.
Kegiatan itu diharapkan membuka ruang diskusi dan rekomendasi untuk terus mendukung pengembangan kawasan yang memberi manfaat bagi masyarakat baik dari sisi keagamaan maupun pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan kunjungan para ustazah tersebut, PIK 2 ingin menunjukkan bahwa pengembangan kawasan modern dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekosistem syariah, aktivitas sosial, dan kebutuhan ruang ibadah yang nyaman bagi masyarakat.(ikl/jpnn.com)
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam



