Pramono Soroti Ego Pemimpin Jadi Hambatan, Pilih Lanjutkan Program Lama

wartaekonomi.co.id
9 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai ego pemimpin yang terlalu besar menjadi salah satu kelemahan bangsa, sehingga banyak program tidak berlanjut.

Pramono mengatakan ia melakukan pendekatan yang berbeda dengan memilih untuk meneruskan kebijakan sebelumnya.

“Salah satu kelemahan bangsa kita adalah, salah satu kelemahan bangsa kita egonya terlalu kegedean. Begitu jadi pemimpin, pemimpin yang lain yang sebelumnya nggak dilanjutkan. Kalau saya nggak. Semua saya lanjutkan,” ujar Pramono dalam acara Halal Bihalal Paguyuban Jawa Tengah di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, dikutip Kumparan, Minggu (12/4/2026).

Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program dari para gubernur sebelumnya, termasuk di bidang kebudayaan. Menurutnya, kesinambungan kebijakan mulai menunjukkan hasil nyata, salah satunya dalam penguatan budaya Betawi.

Selain itu, ia juga menyinggung kelanjutan proyek di sektor kesehatan yang sebelumnya sempat menjadi polemik.

“Termasuk peninggalannya Pak Ahok, Rumah Sakit Sumber Waras yang dulu hampir membuat Pak Ahok, mohon maaf, menjadi punya persoalan hukum. Alhamdulillah sekarang sudah selesai. Kita sudah bahas, segera akan kita bangun pada tahun ini Rumah Sakit Internasional Sumber Waras luasnya 3,6 hektare,” ujarnya.

Tak hanya itu, Pramono juga membahas proyek infrastruktur lama yang sempat mangkrak, seperti monorel yang dibangun pada era Sutiyoso

Ia menyebut langkah penertiban tiang monorel sebagai bagian dari penataan kota sekaligus penyelesaian beban masa lalu.

“Satu lagi yang dari Bang Yos yang disampaikan kepada saya mengenai monorel. Maka kenapa secara khusus ketika kita merapikan, menebang, memotong monorel yang jumlahnya 109 monorel tadi.. Karena saya yakin peninggalan Bang Yos itu begitu banyak terutama di sektor infrastruktur dan transportasi, tetapi monorel ini menjadi beban beliau pasti,” ungkap Pramono.

Ia menambahkan, proyek monorel terhenti bukan semata karena kebijakan daerah, melainkan akibat perubahan kebijakan di tingkat pusat.

Baca Juga: Listrik Padam dan MRT Lumpuh, Pramono Soroti Kerentanan Jakarta

“Bukan karena Bang Yos, (tapi) karena perubahan kebijakan di pemerintah pusat,” sambung dia.

Dengan pendekatan melanjutkan program yang sudah ada, Pramono berharap pembangunan di Jakarta dapat berjalan lebih konsisten tanpa terhambat oleh pergantian kepemimpinan tanpa harus meninggikan ego.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sopir Bajaj Dipalak Rp100 Ribu per Hari di Tanah Abang, Ini Respons Pramono
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Kesempatan Masuk Saat Harga Emas Ambrol 12% ke Level US$4.608 per Troy Ounce
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Pemprov DKI Siapkan Museum MH Thamrin Sebagai Ikon Baru Jakarta
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dubes Iran untuk RI Jelaskan Alasan Pilih Pakistan Jadi Juru Damai dengan AS
• 16 jam laludisway.id
thumb
Polisi Buru Preman yang Palak Sopir Bajaj Rp100 Ribu di Tanah Abang
• 5 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.