Dampak Perang Iran, Korea Selatan Berburu Minyak ke Kazakhstan

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Korea Selatan tengah mencari stok minyak mentah (crude) dari Kazakhstan. Hal ini dilakukan sebagai pilihan alternatif sumber pasokan di tengah perang di Timur Tengah.

“Ada cukup banyak kemajuan, rincian jumlah (pasokan yang didapatkan) bisa diumumkan secara spesifik pada awal minggu depan,” kata Menteri Industri Korea Selatan Kim Jung-kwan dikutip dari Reuters, Minggu (12/4).

Keamanan pasokan ini bisa didapatkan setelah Kepala Staf Kepresidenan Korea Selatan Kang Hoon-sik bersama Menteri Industri Kim Jung-kwan melakukan perjalanan ke Kazakhstan awal bulan ini. Tak hanya crude, Negeri Gingseng ini juga memperoleh tambahan pasokan nafta dari negara Asia Tengah ini. 

Dia mengatakan kunjungan ini memang bertujuan untuk mendiversifikasi pasokan minyak dalam jangka panjang.

“Kazakstan mungkin terdengar sangat jauh, tetapi sebenarnya waktu pengirimannya hampir sama dengan pengiriman dari Amerika Serikat, sekitar 50 hingga 60 hari,” ujarnya.

Korea Selatan merupakan negara yang memiliki ketergantungan sangat besar atas impor minyak. Hampir seluruh kebutuhan mereka dipenuhi dari impor, dengan bobot 70% dipasok dari Timur Tengah.

Dampak perang Timur Tengah hampir dirasakan oleh seluruh negara di dunia. Tak hanya Korea Selatan, perang ini juga membuat Vietnam harus memperpanjang penangguhan pajak bahan bakar hingga akhir Juni nanti.

Parlemen Vietnam menyebut hal ini dilakukan pemerintah setempat untuk menstabilkan pasar domestik, seiring dengan gangguan pasokan minyak yang masih terasa karena perang.

“Majelis Nasional telah mengesahkan resolusi mengenai penangguhan pajak perlindungan lingkungan dan pajak konsumsi khusus atas bahan bakar,” kata kantor parlemen.

Sebetulnya penangguhan pajak ini merupakan perpanjangan, sebab keputusan ini sudah mulai berlaku sejak akhir Maret. Kementerian Keuangan Vietnam mengatakan pada bulan lalu bahwa penangguhan pajak itu akan mengurangi penerimaan negara sebesar 7,2 triliun dong atau US$ 273,40 juta per bulan.

Harga bahan bakar di Vietnam melonjak sejak perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran dimulai pada akhir Februari. Menurut data dari pedagang bahan bakar Petrolimex, harga  bensin naik 17% dan harga diesel melonjak 70%.

Harga BBM konsumen Vietnam juga naik 4,65% pada Maret lalu dibandingkan tahun sebelumnya. Reuters mencatat hal ini didorong oleh lonjakan biaya transportasi, sehingga menekan target negara tersebut untuk menjaga inflasi di level 4,5% tahun ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Resmi Jadi Doktor di Unair, Tom Liwafa Soroti Pentingnya Pendidikan untuk Hadapi Tantangan dan Kompetisi
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Sahroni Ngaku Bukan Diperas Rp300 Juta oleh Pegawai KPK Gadungan, Tapi...
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Kepala BGN Buka Suara soal Anggaran Jasa EO Rp 113 Miliar
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Eks Dubes Inggris: Israel akan Coba Gagalkan Gencatan Senjata Iran-AS
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bahlil Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga BBM dan LPG Subsidi Meski Timur Tengah Bergejolak
• 17 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.