JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan, Muhammad Ishaq Dar, menyerukan Iran dan Amerika Serikat (AS) untuk tetap mempertahankan gencatan senjata setelah perundingan kedua pihak tersebut berakhir tanpa kesepakatan.
Ishaq mengatakan Pakistan berharap Iran dan AS terus melanjutkan semangat positif untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan dan kemakmuran bagi seluruh kawasan dan sekitarnya.
"Sangat penting bagi para pihak untuk terus menjunjung komitmen mereka terhadap gencatan senjata," ujar Muhammad Ishaq, Minggu (12/4/2026), sebagaimana diberitakan AP/PTV, dipantau dari video YouTube KompasTV.
Ia juga menyatakan Pakistan akan terus memainkan perannya untuk memfasilitasi keterlibatan dan dialog antara Iran dengan AS dalam beberapa hari mendatang.
Baca Juga: Soroti Penyebab Iran-AS Gagal Sepakat, Faisal Assegaf Ungkit Pernyataan Mojtaba Khamenei
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance dalam kesempatan lain mengatakan negosiasi dengan Iran di Islamabad, Pakistan, telah berakhir tanpa mencapai kesepakatan.
"Kabar buruknya adalah kita belum mencapai kesepakatan. Dan saya pikir itu adalah kabar buruk bagi Iran, jauh lebih buruk dibandingkan bagi Amerika Serikat," ujar Wakil Presiden AS, JD Vance, Minggu, sebagaimana dilansir AP/US Network Pool, dipantau dari tayangan video YouTube KompasTV.
Ia pun mengatakan pihaknya akan kembali ke AS tanpa adanya kesepakatan dengan Iran.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei mengungkap ada perbedaan pandangan pada beberapa isu yang menyebabkan perundingan dengan AS tak mencapai kesepakatan.
Baca Juga: 15 Kapal Dilaporkan Lintasi Selat Hormuz di Tengah Perundingan AS-Iran | KOMPAS SIANG
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV, AP/PTV/US Network Pool/IRINN
- pakistan
- iran
- as
- amerika serikat
- perundingan iran as
- gencatan senjata





