Baru-baru ini, kabar “anak ingin memelihara hewan, sang ibu malah membeli seekor babi” viral di media sosial Tiongkok. Sang ibu beralasan, memelihara babi bisa menghasilkan daging dan juga bisa dijual untuk mendapatkan uang. Tugas memberi makan dan membersihkan kandang sepenuhnya ditanggung anak, dan uang hasil penjualan babi nantinya akan diberikan kepada anak. Peristiwa ini pun memicu perdebatan di kalangan warganet.
EtIndonesia. Seorang ibu bermarga Li (nama samaran) dari Pingtang, Guizhou, membagikan video di platform media sosial. Ia mengatakan anaknya sudah hampir sebulan meminta untuk memelihara hewan. Awalnya ingin memelihara anjing, tetapi ia khawatir repot harus diajak jalan-jalan dan takut anaknya alergi. Kemudian anaknya ingin memelihara kucing, namun ia khawatir soal bulu rontok dan sulit dirawat, sehingga tetap tidak menyetujuinya.
Hingga beberapa hari lalu, karena terus didesak anak, ia akhirnya berkata, “Besok ibu belikan hewan peliharaan, dijamin lucu dan mudah dirawat.” Saat itu ia teringat anak babi di rumah kerabatnya di desa—berbulu halus, gemuk, tidak menggigit, mudah dipelihara, dan tidak perlu diajak jalan-jalan—sangat sesuai dengan kriteria “lucu dan mudah dirawat”.
Keesokan harinya, ia pun berkendara ke desa dan membeli seekor anak babi seberat lebih dari 20 jin (sekitar 10 kg) seharga 300 yuan, lalu membawanya pulang dalam kandang. Ketika anak babi itu diperlihatkan kepada anaknya, sang anak langsung terpana, matanya membelalak, menatap babi kecil itu selama setengah menit tanpa berkata apa pun.
Tak lama kemudian, anak itu perlahan mengulurkan tangan untuk menyentuh babi tersebut, lalu wajahnya mulai tersenyum dan dengan gembira berseru, “Ini hewan peliharaan babiku! Lucu sekali!” Sang ibu mengatakan awalnya ia hanya ingin memenuhi keinginan anak sambil mengurangi kerepotannya sendiri, tetapi tidak menyangka anaknya benar-benar menyukainya.
Ia kemudian berkata kepada anaknya, “Babi juga bisa jadi hewan peliharaan. Kalau sudah besar, bisa dimakan saat tahun baru, atau dijual untuk menghasilkan uang, dan uangnya untuk kamu.” Kini, setiap hari sepulang sekolah, hal pertama yang dilakukan anak adalah memberi makan babi tersebut, bahkan sampai tidak lagi menonton kartun, dan kepribadiannya pun menjadi lebih ceria.
Ibu Li juga mengungkapkan bahwa ia menamai babi itu “Tuantuan”, karena bentuknya bulat dan gemuk seperti bola kecil. Tuantuan memiliki sifat jinak, tidak berisik, dan biasanya tinggal di kandang kecil di balkon.
Namun, masalah juga mulai muncul. Ia mengatakan babi tersebut tumbuh sangat cepat—dalam waktu setengah bulan saja sudah mencapai lebih dari 30 jin (sekitar 15 kg). Dalam beberapa bulan ke depan, kemungkinan akan menjadi babi besar.
Ia juga menyebutkan bahwa anaknya kini menjadi semakin bertanggung jawab melalui perawatan babi tersebut—setiap hari secara sukarela memberi makan dan membersihkan kandang. Meski memelihara babi cukup merepotkan, melihat perubahan pada anaknya membuatnya merasa semua itu sepadan.
Menanggapi hal ini, warganet Tiongkok ramai berkomentar:
- “Anak babi juga sangat lucu, bulat dan gemuk, bahkan lebih mudah dirawat daripada kucing atau anjing.”
- “Ibunya kreatif sekali, keinginan anak terpenuhi, kekhawatiran sendiri juga teratasi.”
- “Sekarang masih anak babi yang lucu, setengah tahun lagi jadi babi besar ratusan kilo, nanti ibunya mungkin menyesal.”
- “Anak saya juga ingin hewan peliharaan, saya beli kura-kura saja, mudah dirawat dan tidak merepotkan.”
Laporan gabungan oleh jurnalis Li Yun / Penanggung jawab: Xia He – NTDTV.com





