Pantau - Sebanyak 140 situs warisan budaya di Iran mengalami kerusakan akibat serangan Amerika Serikat dan Israel dengan total kerugian diperkirakan mencapai 49 juta dolar AS atau sekitar Rp837,4 miliar.
Data tersebut disampaikan oleh Menteri Warisan Budaya, Pariwisata dan Kerajinan Iran Reza Salehi Amiri.
Ia menyebut angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring evaluasi lanjutan.
Di ibu kota Teheran tercatat 63 situs mengalami kerusakan.
Sementara itu, Provinsi Isfahan mencatat 23 situs rusak dan Provinsi Golestan mengalami kerusakan pada 12 situs.
Kerusakan ini menunjukkan dampak luas konflik terhadap aset budaya di berbagai wilayah Iran.
Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel dimulai pada 28 Februari 2026.
Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal ke wilayah Israel serta negara lain yang memiliki aset militer Amerika Serikat.
Serangan balasan juga menargetkan wilayah di Yordania, Irak, dan kawasan Teluk.
Selain itu, Iran turut membatasi pergerakan kapal di Selat Hormuz.
Konflik ini menyebabkan ribuan korban tewas dan terluka.
Amerika Serikat dan Iran kemudian menyepakati gencatan senjata selama dua minggu.
Kesepakatan tersebut dimediasi oleh Pakistan sebagai upaya meredakan ketegangan.
Langkah ini diharapkan menjadi awal menuju penyelesaian konflik yang lebih luas di kawasan.




