Perempuan Alami Nyeri Otot Setelah Olahraga, Bahaya atau Tidak? Ini Kata Dokter

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Ladies, pernahkah kamu merasakan nyeri otot setelah berolahraga? Tentunya, nyeri otot akan terasa sangat mengganggu, karena bisa membatasi pergerakan dan produktivitas sehari-hari. Namun, apakah nyeri otot itu berbahaya?

Nyeri otot setelah olahraga juga dikenal dengan istilah DOMS atau Delayed Onset Muscle Soreness. Ini merupakan rasa nyeri atau kaku otot yang tidak muncul seketika, melainkan 12–24 jam setelah aktivitas olahraga. Puncak rasa nyeri atau kakunya biasa terasa di jam ke-24 sampai 72.

Meski rasa sakitnya bisa mengganggu, menurut Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di Rumah Sakit St Carolus Salemba Jakarta, dr. Andi Kurniawan, Sp.KO, Ladies tidak perlu khawatir. Sebab, ini merupakan hal yang normal untuk dialami, baik oleh orang biasa maupun atlet profesional.

“Sangat normal. Justru, ini adalah tanda bahwa otot kita sedang beradaptasi terhadap tekanan fisik yang baru atau lebih berat dari biasanya. Ini adalah bagian dari proses alami tubuh untuk memperkuat dan memperbarui jaringan otot,” jelas dr. Andi saat diwawancarai kumparanWOMAN.

Andi menjelaskan, DOMS terjadi akibat robekan kecil pada serat otot dan peradangan jaringan di sekitarnya saat kita melakukan aktivitas fisik yang tidak biasa dilakukan, seperti mencoba olahraga baru atau meningkatkan intensitas beban. Nyeri otot terasa semakin intens ketika dialami orang yang baru memulai rutinitas olahraga atau orang yang kembali berolahraga setelah sempat mengambil jeda cukup lama.

Beruntung, DOMS secara umum tidak berbahaya, Ladies. Andi mengatakan, biasanya nyeri dan kaku otot akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 3–5 hari. Meski begitu, kamu harus terus memperhatikan kondisi ototmu. Bila kamu merasakan nyeri yang sangat hebat sampai tidak bisa bergerak dan ada bengkak yang parah di area otot dan sendi, kamu harus segera berkonsultasi dengan dokter.

Gejala lainnya yang harus diwaspadai adalah ketika terjadi perubahan warna urine menjadi gelap seperti warna teh. Menurut Andi, bisa jadi ini merupakan tanda dari rhabdomyolisis atau kerusakan otot ekstrem yang membebani ginjal.

Penanganan awal DOMS

Jika Ladies mengalami nyeri dan kaku otot yang mengganggu, ada sejumlah langkah sederhana yang bisa dilakukan. Yang pertama adalah melakukan pijat ringan untuk membantu melancarkan aliran darah ke area yang nyeri.

Kemudian, kamu juga bisa mengompres area yang nyeri dengan kompres hangat. Mandi air hangat juga dapat mengurangi kekakuan. Lalu, jangan biarkan tubuh kamu diam terus-menerus.

“Alih-alih hanya berdiam diri, lakukan gerakan ringan seperti jalan santai atau peregangan dinamis atau stretching agar otot tidak semakin kaku. Terakhir, pastikan minum air yang cukup dan mengonsumsi protein untuk membantu perbaikan sel otot,” tutup Andi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sourdough Lebih Sehat dari Roti Lain, Benarkah? Begini Penjelasan Ahli Gizi
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Survei LSI: 74,9 Persen Responden Bersedia Ikut Perang Membela Negara
• 1 jam lalukompas.com
thumb
AMSI Ungkap Fenomena AI Crawler yang Menekan Industri Media
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Hujan Deras dan Angin Kencang di Bekasi Tumbangkan Belasan Pohon, Atap Ruko Rusak
• 41 menit lalukompas.com
thumb
Lampaui Target, Program Belanja Nasional Catat Transaksi Rp184 Triliun di Triwulan I 2026
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.