JAKARTA, KOMPAS.TV - Dosen International Institute for Islamic Studies sekaligus warga negara (WN) Iran, Qasem Muhammadi mengungkapkan kondisi negaranya di tengah gencatan senjata Iran dan Amerika Serikat (AS).
Ia mengatakan, di tengah gencatan senjata, tidak ada serangan yang terjadi seperti sebelumnya. Meskipun begitu, ia menyebut kondisi masih belum stabil.
"Biasanya setiap hari ada serangan, Alhamdulillah beberapa hari sudah dihabiskan (dihentikan) serangannya, tapi masih belum stabil kondisi antara Iran dan musuh Iran," katanya di Qom, Iran, dalam program Kompas Petang KompasTV, Minggu (12/4/2026).
Qasem mengungkap dirinya berada di Kota Qom yang berajarak hampir 120 km jauhnya dari ibu kota Iran, Teheran.
Sebelum adanya gencatan senjata, ia mengungkap kota yang ditinggalinya pernah beberapa kali mendapat serangan dari AS-Israel.
Namun, ia mengatakan serangan AS-Israel lebih sering menyasar kota-kota besar, seperti Teheran, Isfahan, dan Shiraz.
Baca Juga: Gagal Sepakat dengan Iran! Wapres AS Tinggalkan Pakistan Usai Berunding Selama 21 Jam
Terkait perundingan Iran dan AS yang tidak mencapai kesepakatan, Qasem memandang masalahnya ada di pihak AS.
"Itu problem mereka (AS). Mereka harus menentukan keputusan mereka apakah mereka mau menghabiskan (menyelesaikan) problem ini dengan diplomasi ataupun dengan perang," ujarnya.
Qasem menyebut pemerintah dan militer Iran siap serta sudah membuktikan mereka tidak takut berperang dengan AS-Israel.
Sementara itu, menurut penjelasannya, hampir sebagian besar warga Iran merasa putus asa dengan tindakan AS.
"Orang atau pemerintahan yang sekarang berada di Amerika Serikat itu mereka sudah memperlihatkan dunia bahwa mereka tidak mau kedamaian," ucapnya.
Qasem pun mengatakan sejak awal warga Iran tidak memiliki harapan banyak bahwa perundingan Iran dengan AS akan berhasil dan berdampak bagus untuk rakyat Iran.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV, AP/US Network Pool/IRINN/PTV
- iran
- amerika serikat
- as
- gencatan senjata
- kondisi iran
- warga iran





