Menperin Dorong Pabrikan Jepang Produksi Kendaraan Listrik di Indonesia

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah menegaskan percepatan transisi menuju kendaraan listrik akan terus didorong di berbagai segmen otomotif. Tak hanya mobil penumpang, transformasi ini juga akan mencakup sepeda motor, bus, hingga kendaraan komersial seperti truk.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, kebijakan ini menjadi bagian dari strategi besar nasional dalam menjaga ketahanan energi. Terlebih, dinamika global seperti konflik di kawasan Timur Tengah turut menjadi pelajaran penting bagi Indonesia.

Menurutnya, ketergantungan terhadap bahan bakar fosil harus segera ditekan melalui elektrifikasi kendaraan. Oleh karena itu, pemerintah tengah menyiapkan roadmap komprehensif untuk mempercepat peralihan ke kendaraan listrik.

“Keinginan dari Bapak Presiden sangat jelas bahwa semua kendaraan, semua kendaraan itu ke depan berbasis listrik. Ya, karena memang sekarang semakin kelihatan kepentingannya untuk itu, untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil,” ujar Agus saat ditemui wartawan di Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).

Di tengah perubahan tersebut, Agus juga menyoroti dinamika industri otomotif nasional, khususnya terkait mulai tergesernya beberapa merek Jepang oleh produsen asal China. Ia menilai kondisi ini menjadi tantangan sekaligus alarm bagi pabrikan lama.

“Ya saya kira itu juga challenge untuk brand Jepang ya karena semuanya ini kan berkaitan dengan market ya. Jadi dia harus harus bisa menyesuaikan apa yang menjadi keinginan market. Yang kedua, produsen Jepang juga harus bisa mulai membaca bahwa policy kita akan shifting akan lebih cepat shifting kepada penggunaan mobil-mobil berbasis EV,” tegasnya.

Ia menegaskan, arah kebijakan pemerintah sudah jelas dan menjadi sinyal kuat bagi pelaku industri otomotif. Bahkan, elektrifikasi tidak hanya terbatas pada kendaraan ringan.

“Ini lesson learned yang begitu luar biasa dari konflik di Middle East ini adalah ketahanan energi kita, di mana kita harus mampu mendesain sededikit mungkin kebutuhan-kebutuhan produksi itu yang berbasis fosil, yang berbasis BBM," pungkasnya.

"Saya kira itu produsen-produsen Jepang harus bisa melihat bahwa kita akan shifting ke situ dan ini arahan langsung dari Bapak Presiden agar agar kita bisa segera full pada pada EV ya, baik itu motor maupun mobil, termasuk bus,” lanjutnya.

Dengan arah kebijakan tersebut, pemerintah berharap seluruh produsen otomotif dapat segera beradaptasi. Hal ini penting agar industri tetap kompetitif di tengah perubahan besar menuju era kendaraan listrik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perundingan Damai AS-Iran di Pakistan Tengah Berlangsung, Ini Perkembangannya
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Pelita Jaya rekrut Perrin Buford untuk Playoff IBL 2026
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Krisis Pangan di Jalur Gaza Memburuk, Butuh 450 Ton Tepung per Hari
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rennes hajar Angers 2-1, Auxerre diimbangi Nantes
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Purbaya Beri Sinyal Insentif Baru Motor Listrik, Segera Dibahas Bersama Kemenperin
• 13 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.