7 Tokoh Dirikan PBN, Dr. Zainun: Saatnya Bawean Bangkit sebagai Kekuatan Intelektual & Ekonomi

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Gelombang kebangkitan masyarakat Bawean memasuki babak baru dengan resmi dibentuknya Perkumpulan Bawean Nusantara (PBN).

Paguyuban ini lahir sebagai respons atas kebutuhan wadah strategis yang mampu menyatukan gagasan dan potensi warga Bawean yang tersebar di seluruh penjuru wilayah.

BACA JUGA: Diaspora Indonesia Tanggapi Larangan Remaja Bermedsos di Australia

Inisiatif pembentukan PBN dimotori oleh tujuh tokoh kunci Bawean, yakni M. Yahya Zaini, Mustafa Kamal, M. Faisol, Dr. Zainun Nasihah Ghufron, M.A., Ahsanul Haq, Bahtiar Efendi, serta Akhmad Fatah Yasin (Afys).

Ketujuh tokoh ini menyatukan visi untuk membangun kekuatan kolektif demi kemajuan daerah asal mereka.

BACA JUGA: Gus Jazil Dorong Kades Kembangkan Potensi Alam di Pulau Bawean

Dalam hasil musyawarah mufakat keluarga besar Bawean internasional, Ahsanul Haq dipercaya mengemban amanah sebagai Koordinator Nasional PBN.

Penunjukan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat arah gerak organisasi agar lebih terstruktur, progresif, dan berdampak nyata.

BACA JUGA: Pulau Bawean Butuh Sentuhan Infrastruktur Pendukung Pariwisata

Salah satu inisiator PBN, Dr. Zainun Nasihah Ghufron, M.A., menegaskan bahwa kehadiran PBN bukan sekadar organisasi seremonial, melainkan platform perjuangan kolektif untuk mengangkat potensi Bawean ke level yang lebih tinggi.

“PBN ini lahir dari kegelisahan sekaligus harapan. Kita ingin Bawean tidak hanya dikenal sebagai daerah asal, tetapi juga sebagai kekuatan intelektual, ekonomi, dan budaya yang diperhitungkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama ini potensi besar masyarakat Bawean belum terkelola secara maksimal karena kurangnya wadah yang mampu mengintegrasikan berbagai elemen. Oleh karena itu, PBN hadir sebagai jembatan penghubung antar generasi, lintas profesi, dan lintas negara.

Menurutnya, fokus utama PBN mencakup penguatan di berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga kepemimpinan. Selain itu, pelestarian tradisi, budaya, dan heritage leluhur juga menjadi pilar penting yang tidak boleh terabaikan di tengah arus modernisasi.

“Jangan sampai kita maju secara ekonomi, tetapi kehilangan identitas budaya. PBN ingin memastikan keduanya berjalan beriringan,” tegasnya.

Lebih jauh, pembentukan PBN juga menjadi sinyal kuat bahwa diaspora Bawean mulai bertransformasi dari sekadar komunitas kultural menjadi kekuatan sosial yang mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Dengan jejaring yang tersebar di berbagai negara, PBN berpotensi menjadi motor penggerak kolaborasi global yang dapat membuka peluang investasi, pertukaran ilmu pengetahuan, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia Bawean.

Ke depan, tantangan terbesar PBN bukan hanya menjaga soliditas internal, tetapi juga membuktikan bahwa organisasi ini mampu menghadirkan program konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat Bawean, baik di tanah kelahiran maupun di perantauan.

Jika mampu dikelola dengan baik, PBN bukan hanya menjadi simbol persatuan, tetapi juga lokomotif perubahan yang membawa Bawean menuju masa depan yang lebih maju, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai luhur warisan leluhur.(ray/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tutup Tur Our Wish di Jakarta, NCT WISH Tulis Surat Menyentuh dalam Bahasa Indonesia untuk NCTzen Indonesia
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Bahlil Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga BBM dan LPG Subsidi Meski Timur Tengah Bergejolak
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Jadwal UFC 327 Hari Ini: Ada Perebutan Gelar Juara Jiri Prochazka vs Carlos Ulberg
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Polisi Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pegawai KPK Gadungan
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Marak Aksi Premanisme di Tanah Abang, Aparat Bakal Dirikan Posko Tiga Pilar
• 6 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.