Kisah Agus Yusuf: Difabel di Ngawi yang Bangkit Lewat Pekerjaan di Dapur Program MBG

tvrinews.com
20 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ricardo Julio

TVRINews, Ngawi

Di balik kesibukan operasional dapur SPPG Khusus di Kabupaten Ngawi, terselip kisah inspiratif dari Agus Yusuf Widodo (53). Meski memiliki keterbatasan fisik, pria ini membuktikan kegigihannya dalam menyokong ekonomi keluarga melalui perannya sebagai petugas kebersihan di lingkungan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keterbatasan pendengaran yang dialami Agus sejak kecil akibat sakit panas tidak memadamkan semangat kerjanya. Baru dalam lima tahun terakhir ia menggunakan alat bantu dengar untuk memperlancar komunikasi dalam menjalankan rutinitas sehari-hari.

“Kalau tidak pakai alat bantu dengar, saya tidak jelas (mendengarnya),” ungkap Agus, Minggu 12 April 2026.

Sebelum bergabung dengan dapur MBG sekitar setahun yang lalu, Agus mengandalkan penghasilan dari beternak delapan ekor kambing dan menjadi tukang pijat keliling. Namun, penghasilan dari jasa pijat tersebut tidak menentu dan sangat bergantung pada kehadiran pelanggan.

“(Penghasilan jadi tukang pijat) tergantung orangnya. Kadang satu orang Rp50 ribu, kadang dua orang Rp100 ribu. Kadang-kadang tidak dapat pelanggan (tidak memijat),” tuturnya.

Kehadiran program MBG menjadi titik balik yang memberikan stabilitas finansial bagi Agus. Ia mengaku sangat terbantu dengan lingkungan kerja yang inklusif, di mana rekan-rekannya menerima kondisinya dengan tangan terbuka tanpa membedakan.

“Lumayan bagus dan lancar, alhamdulillah. Saya semangat dan senang bekerja (di dapur MBG). Teman-teman juga menerima kondisi saya,” katanya dengan penuh semangat.

Gaji yang diterima Agus setiap dua minggu sekali dikelola dengan sangat disiplin. Baginya, penghasilan ini adalah nyawa bagi keberlangsungan pendidikan anaknya. Sebagian besar upahnya digunakan untuk mencicil pinjaman bank yang sebelumnya ia ambil demi membayar biaya sekolah sang buah hati.

“Hasilnya (gaji) cair dua minggu sekali. Ini untuk bayar utang bank. Dua minggu berikutnya untuk kebutuhan. Saya mencicil di bank untuk biaya sekolah anak saya,” imbuh Agus.

Kini, melalui pekerjaan sederhana sebagai penjaga kebersihan dapur, Agus dapat perlahan menata kembali kondisi ekonomi keluarganya. Rasa syukur pun ia sampaikan kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas program yang telah memberikan peluang kerja nyata bagi rakyat kecil.

“Terima kasih, Pak Prabowo. Saya bisa bekerja di MBG untuk mencicil utang dan memenuhi kebutuhan lainnya,” pungkasnya.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warga Iran Ungkap Kondisi Negaranya di Tengah Gencatan Senjata dengan AS
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Upgrade Cara Belajar! Madrasah Kini Ikut Adaptasi Teknologi
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Resmi! FIFA Tolak Permintaan Iran, Timnas Italia Masih Punya Harapan Lolos ke Piala Dunia 2026?
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Kapal LPG Pertamina Sandar di Amurang dan Situbondo, Pasokan Energi Dipastikan Aman
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Warga Lebanon Turun ke Jalan, Tolak Rencana Negosiasi dengan Israel | KOMPAS SIANG
• 1 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.