Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Semarang
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan peran strategis paralegal Muslimat NU sebagai garda terdepan dalam membuka akses keadilan bagi perempuan dan anak di tingkat komunitas.
Hal tersebut disampaikan dalam peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU yang digelar di Semarang, Sabtu, 11 April 2026.
Menurut Arifah, paralegal Muslimat NU berperan penting sebagai pintu awal bagi korban kekerasan dan diskriminasi untuk mendapatkan pendampingan hukum yang berperspektif korban, sekaligus mengedepankan pendekatan humanis berbasis empati, nilai keagamaan, dan kearifan lokal.
“Peran ini tidak hanya bersifat hukum, tetapi juga sosial dan kemanusiaan, sehingga hak-hak perempuan dan anak dapat diperjuangkan secara bermartabat,”kata Arifah dalam keterangan tertulis, Minggu, 12 April 2026.
Ia juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam keluarga sebagai pendidik pertama yang menanamkan nilai kasih sayang, toleransi, dan perdamaian kepada generasi penerus. Arifah mengajak kader Muslimat NU untuk memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan literasi digital, serta mendorong kemandirian ekonomi sebagai bagian dari ketahanan nasional.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menilai keberadaan Muslimat NU telah menjadi perpanjangan tangan keadilan di tingkat akar rumput. Ia mengapresiasi pelantikan paralegal sebagai langkah strategis dalam memperkuat pendekatan preventif dan pendampingan hukum yang humanis, termasuk melalui konsep restorative justice.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Dewan Pembina PP Muslimat NU yang juga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Ia menekankan pentingnya pendekatan damai dan musyawarah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif, serta mendorong paralegal untuk aktif dalam perlindungan dan penyelesaian konflik yang berkeadilan.
Peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU turut menegaskan posisi organisasi sebagai aktor strategis, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga global. Momentum ini ditandai dengan penyampaian sembilan poin seruan kepada Sekretaris Jenderal PBB sebagai bagian dari upaya mendorong perdamaian dunia.
Selain itu, kegiatan juga dirangkai dengan pencapaian rekor MURI sebagai organisasi perempuan dengan jumlah profesor terbanyak di Indonesia, serta penandatanganan nota kesepahaman antara Muslimat NU dan Bank Syariah Indonesia untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis keuangan syariah secara berkelanjutan.
Editor: Redaktur TVRINews





