Tragis Tim Sulawesi, Menjadi Harapan Selain PSM Makassar, Persipal Harus Rela Turun Kasta ke Liga 3

harianfajar
15 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, PALU — Kabar pahit datang dari Palu. Di tengah harapan akan kebangkitan sepak bola Sulawesi di level nasional, Persipal Palu justru harus menerima kenyataan getir: turun kasta ke Liga 3.

Degradasi ini bukan sekadar hasil dari satu pertandingan, melainkan akumulasi dari perjalanan panjang yang penuh tekanan di Liga 2 Indonesia musim 2025/2026. Kekalahan 2-4 dari Deltras Sidoarjo menjadi titik akhir yang memastikan nasib mereka tak bisa lagi diselamatkan.

Padahal, jika melihat komposisi tim, Persipal bukan tanpa harapan. Mereka sempat membawa nama-nama berpengalaman, termasuk Kenzo Nambu—pemain yang pernah menjadi bagian penting saat PSM Makassar meraih gelar juara. Kehadiran pemain-pemain dengan latar belakang kuat itu sempat menumbuhkan optimisme bahwa Persipal bisa bersaing.

Namun sepak bola tidak hanya soal nama besar. Konsistensi, kedalaman skuad, dan kesiapan menghadapi tekanan kompetisi menjadi faktor yang lebih menentukan. Dan di sinilah Persipal tampak tertinggal.

Pertandingan Penentu yang Menghancurkan Harapan

Dalam laga krusial tersebut, Persipal sebenarnya sempat menunjukkan perlawanan. Gol cepat balasan dari Ichimura memberi harapan setelah tertinggal lebih dulu. Namun, dominasi Deltras terlalu sulit dibendung.

Tiga gol tambahan yang bersarang di babak pertama praktis mematikan momentum tuan rumah. Skor 1-4 di paruh pertama menjadi gambaran betapa rapuhnya lini pertahanan Persipal saat menghadapi tekanan intens.

Meski sempat memperkecil skor menjadi 2-4 di babak kedua, upaya tersebut tidak cukup. Statistik akhir bahkan mempertegas jurang kualitas: Deltras mencatatkan 24 tembakan (19 on target), sementara Persipal hanya mampu menghasilkan 9 percobaan.

Degradasi yang Tak Terhindarkan

Secara matematis, Persipal memang sudah tidak memiliki peluang untuk bertahan.

Dengan hanya mengoleksi 7 poin dari 24 pertandingan, bahkan kemenangan di tiga laga tersisa tidak akan cukup untuk mengejar tim di atasnya seperti Persiba Balikpapan. Situasi ini menjadikan degradasi sebagai sesuatu yang “pasti”, bukan lagi kemungkinan.

Ini adalah pukulan telak, bukan hanya bagi klub, tetapi juga bagi sepak bola Sulawesi secara keseluruhan.

Harapan yang Kembali Bertumpu pada PSM

Di tengah keterpurukan ini, satu nama kembali menjadi tumpuan: PSM Makassar.

Saat ini, PSM menjadi satu-satunya representasi kuat Sulawesi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Ketika tim-tim lain seperti Persipal gagal bertahan di Liga 2, beban representasi kawasan praktis hanya berada di pundak Juku Eja.

Hal ini menciptakan kesenjangan yang cukup lebar. Di satu sisi, PSM berjuang menjaga eksistensi di level atas. Di sisi lain, tim-tim Sulawesi lain justru kesulitan bertahan di kasta kedua.

Refleksi Lebih Besar: Masalah Struktur

Kisah Persipal sebenarnya mencerminkan persoalan yang lebih luas.

Sepak bola daerah tidak hanya membutuhkan pemain berkualitas, tetapi juga sistem pembinaan yang berkelanjutan, manajemen yang stabil, serta dukungan infrastruktur yang memadai. Tanpa itu, sulit bagi klub untuk bersaing dalam kompetisi yang semakin kompetitif.

Liga 2 saat ini bukan lagi sekadar “batu loncatan”, tetapi kompetisi yang keras dengan banyak tim berpengalaman dan sumber daya kuat. Tanpa persiapan matang, tim mana pun bisa terperosok—dan Persipal menjadi salah satu korbannya.

Akhir yang Menjadi Awal Baru?

Meski terasa tragis, degradasi tidak selalu menjadi akhir. Dalam banyak kasus, justru dari titik terendah sebuah klub bisa membangun ulang fondasi yang lebih kuat.

Liga 3 bisa menjadi ruang refleksi—untuk membenahi manajemen, membangun ulang skuad, dan menata strategi jangka panjang.

Namun satu hal yang pasti: perjalanan kembali ke Liga 2 tidak akan mudah.

Bagi publik Sulawesi, harapan kini kembali menyempit. Sementara PSM berjuang menjaga marwah di level tertinggi, klub-klub lain harus memulai dari bawah.

Dan di sanalah tantangan sesungguhnya dimulai—bukan hanya untuk kembali naik, tetapi untuk memastikan bahwa ketika kesempatan itu datang lagi, mereka benar-benar siap.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IKA UII Gelar Halalbihalal 2026: Soroti Krisis Kemanusiaan Iran
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Manfaat Tersembunyi dari Bakti Sosial: Lebih dari Sekadar Berbagi
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Tegaskan Sikap Politik, Brigade Rakyat Garuda Merah Putih Siap Kawal Pemerintahan Prabowo
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pelita Jaya rekrut Perrin Buford untuk Playoff IBL 2026
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Bursa Asia Jatuh, Buntunya Perundingan AS-Iran Tekan Sentimen Pasar
• 3 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.