Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Flores Timur
Gunung Api Ile Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur mengalami erupsi selama dua hari berturut-turut pada 11–12 April 2026. Kolom abu teramati mencapai ketinggian sekitar 500 meter di atas puncak dan condong ke arah utara serta timur laut.
Erupsi pertama terjadi pada Sabtu, 11 April 2026 sekitar pukul 11.15 WITA. Ketinggian kolom abu tidak teramati secara visual, namun aktivitas terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 7,4 milimeter dan durasi sekitar 2 menit 3 detik.
Erupsi kembali terjadi pada Minggu, 12 April 2026 pukul 19.58 WITA. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal, mencapai kurang lebih 500 meter di atas puncak atau sekitar 2.084 meter di atas permukaan laut. Aktivitas ini terekam dengan amplitudo maksimum 14,8 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 59 detik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Ile Lewotobi Laki-Laki pada Level II (Waspada). Masyarakat di sekitar gunung, pengunjung, dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.
Warga diimbau tetap tenang serta mengikuti arahan pemerintah daerah. Informasi yang tidak jelas sumbernya diharapkan tidak dipercaya.
Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai potensi banjir lahar hujan, terutama pada sungai yang berhulu di puncak gunung. Risiko meningkat saat hujan dengan intensitas tinggi, khususnya di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Warga terdampak hujan abu vulkanik juga diminta mematuhi aturan keselamatan dengan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan pada sistem pernapasan.
Editor: Redaktur TVRINews





